BANGKALAN, koranmadura.com – Ombak yang menderu di laut lepas pantai Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Jawa Timur kini tak bersuara tunggal lagi. Dengan ramainya pengunjung yang datang membuat suara itu menjadi simfoni indah nan merdu.
Ratusan pengunjung, mulai dari anak-anak muda, dewasa hingga tua berteriak gembira menikmati panorama keindahan pemandangan laut lepas. Ada yang bermain berlari-lari kecil di bibir pantai, berenang, dan mengendarai motor di pasir pantai.
Di pantai berpasir putih terlihat sangat bersih dari sampah-sampah berserakan. Selain itu, pasir yang membentang sepanjang 2 km dihiasi beranekaragam sport foto menarik. Sehingga para pengunjung tidak akan kehilangan momen indah yang diharapkan.
Fasilitas yang disediakan di pantai tersebut diantaranya kamar mandi, toilet hingga puluhan payung peneduh. Tak hanya itu, di pantai juga disediakan sekitar 30 warung yang beranekaragam makanan hingga camilan yang bisa dinikmati di pinggir pantai.
Kepala Desa Tlangoh Kecamatan Tanjung Bumi, Kudrotul Hidayat menyampaikan, pantai tersebut sengaja dikonsep wisata keluarga. Pilihan tersebut, merupakan melihat keinginan para pengunjung yang berwisata dengan keluarga besar mereka.
“Konsepnya memang wisata keluarga. Jadi ibu dan bapak datang bersama anak-anak atau bahkan keluarga besar. Anak-anak bebas bermain, orang tua mengawasi dan menikmati,” katanya.
Sebelumnya, pantai tersebut terlihat tak terawat. Sampah berjejer di sepanjang pasir yang terbentang. Namun, jika namanya sudah popular dan dikenal sejak lama. Karena tempat tersebut diyakini dapat menyembuhkan penyakit gatal-gatal hingga strok.
“Mereka baru boleh mandi air tawar setelah air hasil berendam menguap tuntas atau bersih,” katanya.
Namum denga optimis masyarakat sekitar dan perangkat desa serta dukungan, baik moral hinngga finansial dari PHE WMO, pantai Tlangoh tersebut disulap menjadi wahana wisata yang sangat indah.
General Manager PHE WMO Dwi Mandhiri menyampaikan, pengembangan wisata di pantai utara (pantura) merupakan program One Belt One Road (OBOR) pariwisata yang dilaksanakan ada tahun 2020 kemarin.
“Program ini menitikberatkan pada sektor wisata melalui pengembangan pariwisata di pesisir utara Bangkalan,” ucapnya.
Menurut Dwi Mandhiri, selain fokus pada pengembangan pariwisata di pantau utara, PHE WMO selama 2020 juga menyalurkan bantuan pendidikan hinggan peningkatan usaha mikro di Kecamatan Tanjung Bumi.
“PHE WMO terus berupaya mengembangkan program yang memunculkan kemandirian dan berkelanjutan serta dijalankan dalam sebuah mekanisme partisipatif yang melibatkan para pemangku kepentingan,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS/VEM)