SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebut hama tikus yang meresahkan petani menyerang hampir seluruh kecamatan.
“Serangan hama tikus memang benar-benar ada, seperti di kabupaten-kabupaten lain di Jawa Timur,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertahortbun Sumenep, Sufriyadi, Selasa, 5 Januari 2021.
Di Kabupaten Sumenep sendiri menurut dia hama tikus itu menyerang hampir seluruh kecamatan. Totalnya sekitar 50 hektare se kabupaten.
Baca: Serangan Tikus Resahkan Petani Padi di Sumenep
Dari hampir seluruh kecamatan itu, serangan hama tikus yang paling parah ialah di Kecamatan Gapura dan Kota. “Di Kecamatan Lenteng juga ada, cuma tidak terlalu parah,” tambahnya.
Menurut dia, tanaman yang diserang tikus ialah padi dan jagung. Khusus tanaman padi, yang jadi sasaran ialah bibit dan padi yang baru ditanam.
“Tikus memang tidak memakan bibit atau tanaman padi, tapi hanya dipotong atau dirusak. Tapi kalau jagung, bijinya memang dimakan,” jelas dia.
Sebelumnya, salah seorang petani di Desa Pabian, Kecamatan Kota, Musaha mengaku resah dengan serangan hama tikus terhadap bibit padi yang akan ditanamnya.
Menurut dia, akibat serangan hama tikus dirinya kekurangan bibit untuk ditanam. “Tentu hama tikus ini meresahkan bagi kami sebagai petani,” ujarnya. FATHOL ALIF/ROS/VEM