SUMENEP, koranmadura.com – Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) II bertempat di salah satu hotel di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu, 16 Januari 2021.
Mubes merupakan wadah permusyawaratan tertinggi di tubuh IAA yang dilaksanakan oleh pengurus pusat setiap tiga tahun sekali. Salah satu agendanya ialah pemilihan ketua IAA.
“Tujuannya tidak lain sebagai ajang silaturahim. Selain itu, juga wadah evaluasi pengurus selama tiga tahun. Kemudian, memilih ketua baru untuk IAA ke depan,” kata Ketua IAA Pusat, KH Ahmad Mawardi.
Mubes kali ini diharapkan dapat menghasilakan rekomendasi-rekomendasi yang matang untuk IAA ke depan. “Tentu harapan besarnya ke depan IAA semakin baik,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Annuqayah, K Ainul Yaqin yang hadir dalam kegiatan tersebut mendorong agar ke depan IAA terus menjadi organisasi yang lebih baik. Termasuk dalam hal pengembangan ekonomi yang telah digarap selama ini.
“Saya berharap sesama alumni dapat saling menyejahterakan. Ini sebuah catatan juga. Harus ada pemberdayaan alumni,” tegas Kiai Nunung, sapaan akrab KH. Ainul Yaqin.
Kiai Nunung juga mendorong agar ke depan IAA semakin mandiri dan ketika mengadakan kegiatan tidak bergantung kepada person atau lembaga tertentu.
“IAA harus terus mandiri. Mengadakan Mubes di hotel seperti sekarang ini menunjukkan adanya sebuah kemajuan. Itu tidak masalah, yang penting alumni bisa membiayai kegiatannya sendiri,” dawuhnya.
Kemudian, masih dalam kesempatan yang sama, Kiai Nunung mengingatkan, bahwa semakin banyak anggota sebuah komunitas besar, nilai positifnya juga akan semakin besar. Meski di satu sisi potensi konfliknya juga besar.
“Oleh karena itu, kita sebagai santri harus bisa mencerminkan pesantren dalam menyikapi persoalan. Karena citra alumni akan berpengaruh terhadap pesantren. Contoh sederhana, jika ada alumni korupsi, maka pesantrennya juga akan kena. Sebaliknya, jika alumninya membawa kemajuan, maka pesantren juga ikut harum,” urainya.
“Kami juga berharap, dalam urusan politik IAA jangan dibawa-bawa. Kita semua harus bisa menjaga marwah Annuqayah,” tambah Kiai Nunung.
Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah, Kiai Naqib Hasan berharap kegiatan Mubes II IAA kali ini berjalan serius, dan dapat melahirkan gagasan-gagasan besar untuk kemajuan IAA ke depan.
“Kami berharap ke depan IAA ini semakin tumbuh besar berdasarkan karakter Annuqayah, mempertahankan visi-misi Annuqayah, dan terus mengurusi semua alumni,” harap Kiai Naqib.
Mengenai pengembangan yang digarap IAA selama ini, Kiai Naqib mengingatkan agar semua itu bermuara pada ukhrawi. Tidak duniawi semata. “Meskipuan Ponpes dan IAA juga bergerak di bidang ekonomi, muaranya harus tetap ukhrawi,” tegasnya. (Soe/Vem)