SAMPANG, koranmadura.com – Rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada semeseter II untuk peserta didik dari jejang TK hingga SLTP di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali terjadi penundaan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Nor Alam menyatakan, penundaan PTM dilakukan lantaran kondisi sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayahnya terus mengalami kenaikan sejak beberapa bulan terakhir. Penundaan PTM itu didasarkan dari hasil koordinasi dengan tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sampang.
“Hasil koordinasi dengan Gugus Tugas, kasus Covid-19 di Sampang masih meningkat. Apalagi di daerah perkotaan sudah menjadi zona merah. Peningkatan kasus Covid-19 di Sampang masih signifikan,” ujar Nor Alam kepada koranmadura.com melalui sambungan teleponnya, Jumat, 15 Januari 2021.
Dari hasil rekomendasi Gugus Tugas tersebut, Nor Alam mengaku kembali melakukan penundaan PTM hingga 25 Januari 2021 mendatang sambil menunggu perkembangan kasus Covid-19 secara keseluruhan di Kabupaten Sampang. Penundaan PTM berlaku di semua wilayah Kabupaten Sampang.
“Surat Edaran (SE) Nomor 420/43/434.201/2021, tentang Penundaan PTM, sudah kami keluarkan dan kami sebar tadi pagi,” katanya.
Dalam SE itu, Nor Alam menyatakan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan mekanisme Belajar Dari Rumah (BDR) ditujukan kepada Korbiddikcam, Pengawas TK, SD, SMP, Penilik PAUD dan PNFI, Kepala SD dan SMP Negeri/Swasta, Kepala TK Negeri/Swasta, Pengelola PAUD dan PNFI se-Kabupaten Sampang.
Sekadar diketahui, Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang, peningkatan sebaran kasus Covid-19 per Kamis, 14 Januari 2021 mencapai 625 kasus terkonfirmasi positif dan suspect sebangak 1 orang. Sedangkan pada Senin, 4 Januari 2021 lalu, sebaran kasus Covid-19 di Sampang diketahui sebanyak 554 kasus terkonfirmasi positif dan suspect sebanyak 2 orang. (MUHLIS/ROS/VEM)