SUMENEP, koranmadura.com – Komisin III DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berencana akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air (PU SDA) dalam waktu dekat.
Pemanggilan tersebut berkaitan dengan pembangunan proyek Pompa Air Tanpa Motor (PATM) di Sumber Lembung Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep.
Informasi yang didapat Komisi III proyek yang dibangun menggunakan APBD Sumenep tahun 2020 senilai Rp4,8 miliar itu sudah rusak. Padahal, proyek tersebut baru diresmikan oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim awal November 2020 lalu.
Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, pemanggilan tersebut untuk mengklarifikasi dan upaya perbaikan yang akan dilakukan kedepan. “Harus dipanggil, itu harus diparbaiki, kan masih dalam masa pemeliharaan,” katanya kepada media.
Politisi Hanura itu tidak menjelaskan kapan pemanggilan akan dilakukan. Namun, hasil koordinasi dengan PU SDA kerusakan tersebut karena faktor alam. “Katanya itu dikena banjir, tandon yang dibangun jebol sehingga menyebabkan tidak berfungsinya aliran air,” jelas dia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air, Sunenep Chainur Rasyid membenarkan jika sebagian fasilitas rusak. Namun kerusakan itu bukan terjadi pada bangunan atau tandon, melainkan hanya pipa.
Saat ini sudah dalam proses perbaikan oleh pihak rekanan. Perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. “Itu masih dalam masa pemeliharaan, dan masa pemeliharaan selama satu tahun,” katanya.
Mengenai rencana pemanggilan, pihak PU SDA mengaku sudah menjelaskan kepada wakil rakyat di Komisi III. “Sudah kami jelaskan itu kemarin,” kata Inong sapaan akrabnya Chainur Rasyid.
Pemerintah Kabupaten Sumenep tahun 2020 melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air membangun PATM di Sumber Lembung Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan. Data LPSE Kabupaten Sumenep proyek tersebut dibangun menggunakan APBD tingkat II dengan nilai pagu Rp. 4.960.000.000. CV. Sady Family sebagai pemenang tender dengan nilai kontrak sebesar Rp. 4.860.970.000.
Anggaran tersebut salah satunya dipergunakan pembangunan dua bendungan, yakni bendungan satu mempunyai 10 pompa dan bendungan dua sebanyak 7 pompa, dua blustru, dan satu tandon dengan kapasitas 72 ribu liter per detik.
Dengan pembangunan itu, pemerintah daerah meyakini bisa mensuplai kebutuhan air untuk lahan pertanian seluas 106 hektar yang tersebar dibeberapa desa, yakni Desa Lebeng Barat, Lebeng Timur, Prancak, dan Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan.
Namun, upaya tersebut tampaknya belum bisa terealisasi karena sebagian alat rusak sebelum difungsikan sebelum kerusakan diperbaiki. (JUNAIDI/ROS/VEM)