SUMENEP, koranmadura.com – Puskesmas Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga menolak mengeluarkan surat rujukan kepada pasien. Alasannya, karena pasien menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM).
Hal itu dikatakan oleh Mutammam warga Desa Guluk-guluk, Sumenep. Selasa, 12 Januari 2021 pagi dirinya bersama isterinya Hodayfah membawa anaknya ke Puskesmas Guluk-guluk untuk berobat.
Anaknya yang bernama Mohammad Wais itu diduga mengidap penyakit meningokel. Penyakit ini merupakan penyakit yang ditandai dengan menonjolnya selaput yang menutupi tulang belakang dan bagian saraf tulang belakang.
Sesampainya di Puskesmas, pasangan suami isteri disarankan untuk dirujuk ke RSUD. Moh. Anwar Sumenep, mengingat sarana dan prasarana alat kesehatan yang dimiliki Puskesmas sangat terbatas.
“Saat itu saya dimintai kartu BPJS sebagai sayarat untuk mendapat surat rujukan, karena saya tidak punya maka saya pakai SPM. Tapi, pihak Puskesmas menolak,” kata Mutammam kepada media saat dikonfirmasi.
Dengan adanya peristiwa itu mengaku kecewa atas pelayanan yang diberikan oleh pihak Puskesmas. Padahal, dirnya memang benar-benar orang tidak mamlu dan anaknya harus mendapatkan perawatan medis.
Bahkan kata dia, seandainya dirinya memiliki biaya tidak akan menggunakan SPM. “Saya sejak tadi pagi sudah di puskesmas, dokternya terus-terusan tidak mau merujuk anak saya. Padahal SPM sudah saya sediakan semua, alasannya karena saya pakai SPM bukan BPJS, kalau BPJS saya tidak mampu membayar tanggungan (iuran setiap bulan),” terang Mutammam.
Karena sudah lelah menunggu, pasutri itu terpaksa pulang dengan tangan hampa.
Kepala Puskesmas Guluk-guluk, Baharudin Mutheri mengelak tudingan pelayanan yang dianggap kurang maksimal. Dia mengaku, dokter di Puskesmas tersebut telah melakukan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat.
“Kalau urusan pelayanan saya kira sudah maksimal, kami sudah melakukan semaksimal mungkin,” kata Bahar melalui sambungan telpon kepada media saat dikonfirmasi.
Untuk pelayanan anak tersebut, dia berdalih tidak merujuk karena pakai SPM. “Barusan dokter kami yang melayani anak tersebut, katanya pakai SPM ya. Biasanya kalau pakai SPM itu tidak bisa,” jelasnya.
Selain itu, Bahar juga berdalih bahwa saat ini pihak Puskesmas Guluk-guluk telah menyediakan surat rujukan untuk anak tersebut. “Sudah kami sediakan ini,” jelas dia. (JUNAIDI/ROS//VEM)