SAMPANG, koranmadura.com – Tidak hanya memperketat pengawalan dan penjagaan gudang penyimpanan vaksin Sinovac, Polres Sampang juga membentuk tim satgas dalam proses pengawalan pendistribusian vaksin Sinovac ke tempat pelayanan kesehatan hingga pelaksanaan vaksinasi.
Kabag Ops Polres Sampang, AKP Roycke Hendrik Fransisco B menyampaikan, dalam suksesi vaksinasi Sinovac di wilayahnya, pihaknya mengaku saat ini telah melibatkan sebanyak 258 personel polres dan seluruh polsek jajaran. Selain itu pihaknya saat ini juga telah membentuk tim satgas vaksinasi Sinovac yang terbagi dalam empat bagian di antaranya Satgas Preemtif, Satgas Preventif, satgas Bantuan Hukum (Bankum) dan Satgas Kamseltibsalantas.
“Dalam pengawalan vaksin ini, kami libatkan 258 personel polres dan seluruh polsek jajaran, serta kami bentuk Satgas yang terbagi dalam empat bagian,” tuturnya, Selasa, 26 Januari 2021.
Menurutnya, empat bagian satgas tersebut mempunyai tugas masing-masing. Untuk satgas Preentif yaitu lebih pada sosialisasi mengenai vaksin Sinovac ke bagian lapisan terbawah sehingga tidak ada lagi opini negatif tentang vaksin tersebut. Kemudian satgas Preventif bertugas melakukan pengamanan terbuka maupun tertutup. Selanjutnya Satgas Bankum bertugas memberikan pendampingan kepada para nakes dalam bertugas sebagai vaksinator dengan menggandeng pihak Kejaksaan dan terakhir Satgas Kamseltibsalantas yang bertugas dalam operasi penjemputan vaksin.
“Nah untuk pendistribusian vaksin ke tempat pelayanan kesehatan, ini dilakukan oleh jajaran Polsek. Soal pengamanan terbuka dilakukan oleh SatSabhara, sedangkan pengamana tertutup dilakukan oleh SatIntel. Hal itu dilakukan karena kahawatir ada sabotase yang dapat menyebabkan vaksin hilang, menjadikan rusak atau antisipasi saat pendistribusian adanya bencana alam. Untuk penjagaan di gudang, kami berlakukan shift per 1×12 jam dengan dijaga empat personel. Gudang dijaga khawatir ada sabotase seperti pemadaman listrik dan semacamnya,” pungkasnya. MUHLIS/ROS/VEM