SUMENEP, koranmadura.com – Rumah Isolasi Darurat Covid-19 (RIDC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, diprioritaskan kepada tenaga kesehatan (Nakes) dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Selama baru buka kembali memang diprioritaskan kepada teman-teman tenaga kesehatan dan ASN,” ujar Penanggung Jawab RIDC Sumenep, Novia Sri Wahyuni, Senin, 4 Januari 2021.
RIDC Sumenep sebelumnya memang sempat tidak difungsikan. Namun per 25 Desember 2020 lalu, rumah isolasi yang berlokasi di Kecamatan Batuan itu kembali menjadi tempat bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.
Baca: https://www.koranmadura.com/2021/01/kapasitas-rumah-isolasi-darurat-covid-19-di-sumenep-ditambah/
Menurut Novi, sapaan akrab Novia Sri Wahyuni, per hari ini RIDC Sumenep menangani sebanyak 20 pasien terkonfirmasi Covid-19. “Di sini ada 20 kamar. Per kamar terdapat dua tempat tidur,” ujarnya.
Dia menjelaskan alasan RIDC dimaksimalkan bagi Nakes dan ASN. “Kebijakan dari rapat Satgas yang terakhir (RIDC ini, red.) dimaksimalkan bagi Nakes dan ASN,” urai Novi.
Sebelumnya, lanjut dia, di Sumenep telah dilaksanakan screening atau penyaringan secara besar-besaran. Seluruh Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan sejumlah OPD melakukan tes usap (swab) massal.
“Sehingga ketika hasilnya keluar dan ada yang terkonfirmasi langsung kami arahkan ke sini untuk melakukan isolasi,” tambahnya. FATHOL ALIF/ROS/VEM