SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim mengingatkan, operator kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS), dalam hal ini PT. Sumekar, agar tidak ada ‘penumpang terang’ yang ‘digelapkan’.
Hal itu disampaikan Bupati saat menyampaikan sambutan dalam acara Silaturrahim Bupati dan Wakil Bupati Sumenep dengan PT Sumekar dan PD Sumekar serta Launching E-Ticket Kapal DBS Kerjasama dengan Bank Jatim, Kamis, 11 Februari 2021.
Baca: Dilantik Jadi Direktur, Eks Ajudan Bupati Bakal Kelola ‘Mutiara’ Migas
Dalam sambutannya, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu mengaku sebetulnya sudah lama menginginkan supaya kapal DBS menggunakan E-Ticket.
Hanya saja, sambungnya, keinginan itu tak kunjung terealisasi, dan baru bisa terlaksanakan kali ini. “Hitam putihnya sudah semua. Tapi tidak bisa dilaksanakan. Karena ini pasti ‘rugi’ kalau dilaksanakan. Rugi artinya tidak bisa apa-apa (tak ada pihak yang akan bisa main-main, red) karena apa adanya,” jelasnya.
Menurutnya, dengan diterapkannya E-Ticket, semua hal yang berkaitan dengan penjualan tiket akan lebih transparan, dan tak akan ada lagi ‘penumpang gelap’.
“Kan, kadang bukan penumpang gelap. Ini penumpang terang tapi digelapkan. Ini yang tidak boleh. Bukan hanya penumpang gelap. Penumpang terang yang digelapkan juga tidak boleh!” tegasnya.
Selanjutnya, Bupati Sumenep dua periode ini juga menyampaikan, bahwa dirinya meski tidak tahu betul secara teknis, setiap kapal berangkat pasti ada keuntungan yang didapat. “Karena kalau tidak untung, pasti tidak akan sampai 18 tahun,” tambahnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)