SAMPANG, koranmadura.com – Banyaknya serap aspirasi dan usulan saat hadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang Tahun 2022 di Kecamatan Camplong, Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi berharap pihak Kecamatan menunjukan bukti kinerja nyata, Senin, 15 Februari 2021.
Penyampaian dan harapan bupati Sampang tersebut tidak lain agar supaya nantinya 14 desa di wilayah tersebut menjadi desa mandiri melalui destinasi wisata baru dan keberadaan produk unggulan yang ada melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Desa yang ingin dijadikan wisata, tadi permintaan Camat kepada kita. Tolong buktikan dulu apakah ada keinginan desa-desa yang ingin menjadikan desanya sebagai spot wisata, jika berkeinginan maka saya minta pengelolaan spot wisata itu dikelola BUMDes di desa masing-masing,” katanya saat memberikan sambutan.
Menurut mantan DPR RI ini mengatakan, dengan keberlangsungan wisata tersebut, pihaknya mewajibkan agar desa merekrut pekerja dari masyarakat setempat supaya nantinya menjadi desa mandiri. Maka dari itu, pihaknya mengimbau agar pihak desa memiliki inovasi terhadap ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada terlebih keberadaan produk unggulan.
“Kalau ada potensi-potensi di desa, camat harus bisa memastikan wisatanya, apa itu potensinya atau apa saja yang menjadi kendala, setelah itu libatkan desa. Pakai dana desa dulu tidak apa-apa. Saya butuh bukti, kita tidak ingin menyarakat kita menjadi masyarakat yang konsumtif, ketika dikasih anggaran malah tidak jalan, contohnya banyak, setelah dikasih anggaran manfaatmya tidak ada, Mubazir jadinya,” tegasnya.
Orang nomor satu di Sampang ini tidak menampik bahwa dampak pandemi Covid-19 di Tahun 2020, menjadikan sempot ruang geraknya dalam peninngkatan pembangunan. Hal itu disebabkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diwajibkan untuk dipangkas 50 persen. Bahkan dengan adanya pandemi Covid-19 tersebut tidak menginginkan wilayahnya alami ketertinggalan.
“Kalau ini dibiarkan maka kabupaten sampang akan ketinggalan. Tapi alhamdulillah kita diberi kepercayaan oleh teman-teman di Pemerintahan pusat untuk anggaran yang lain. Memang masih ada dua ruas jalan yang belum selesai, tapi kami telah menyelesaikan satu ruas jalan di Kecamatan Camplong. Jadi pelan-pelan akan kita selesaikan satu persatu,” bebernya.
Sementara Camat Camplong Saffak dalam sambutanya berjanji kepada Bupati Sampang berencana akan membangun beberapa destinasi wisata yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian di Kecamatan Camplong.
“Kami tidak terlalu butuh fisik, fisik memang penting akan tetapi kami fokus pemberdayaan. Kalau fisik biar Kabupaten yang merencanakan,” katanya.
Diungkapkannya, ditahun 2021 pihaknya mengaku mendapatkan bantuan keuangan (BK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) senilai Rp 90 juta dan dimaksimalkan untuk pembangunan destinasi wisata di Desa Dharma Camplong.
“Saya mohon dukungan dari bapak bupati agar dapat merealisasikan program ini,” ungkapnya.
Maka dari itu, Saffak mengaku akan melakukan perubahan pola pikir (mindset) kepala desa di wilayah Kecamatan Camplong, agar pengelolaan DD yang semula diperioritaskan untuk pembangunan fisik dijadikan untuk fokus pada program pemberdayaan sehingga BUMDes dapat berkembang dan mampu memiliki pendapatan asli desa.
“Selain destinasi wisata, kami juga akan memaksimalkan BUMdes. Jika ini terlaksana, maka akan dapat memberikan kontribusi besar kepada sampang dan perekonomian masyarakat karena nanti dapat menciptakan lapangan kerja. Memang hingga saat ini, BUMDes di tingkat desa masih banyak yang belum terbentuk. Tapi kami targetkan hingga akhir tahun ini BUMDes di desa sudah terbentuk,” janjinya.
Sekadar diketahui, tema sentral dalam Musrenbang di Kecamatan Camplong tersebut yaitu Peningkatan dan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dalam mendukung Pemantapan Pemulihan Ekonomi Menuju Sampang Hebat Bermartabat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Wakil Ketua dan anggota DPRD Sampang dari Dapil VI, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Camplong, Kepala Desa dan Toga serta Tomas setempat. (*/Muhlis/ROS/VEM)