BANGKALAN, koranmadura.com – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Bangkalan (HMPB) gelar diskusi publik tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di kabupaten paling barat di pulau Madura, Jawa Timur, Sabtu 13 Februari 2021.
Diskusi yang diselenggarakan secara virtual mengahdirkan beberapa pembicara, salah satunya pegiat demokrasi desa, sekaligus wakil rektor III Uinsuka Yogyakarta, Abdur Rozaki. Ia kelahiran Tanjung Bumi, Bangkalan.
Rozaki, sapaan akrabnya Abdur Rozaki menyampaikan, terjadinya konflik pada Pilkades tidak lepas untuk melanggengkan atau merebut posisi nomor satu di desanya. Menurut dia, adanya sentimen dinasti kepemimpinan sehingga berbagai cara dilakukan.
“Dalam kepemimpinan desa, jika masih mempertahankan sentimen kekeluargaan untuk mempertahankan atau merebut kekuasaan rentan terjadinya gesekan,” katanya.
Semestinya, kata dia pesta demokrasi di tingkat desa perlu adanya perubahan pola pikir. Menurut Rozaki, sudah saatnya Pilkades tahun 2021, khususnya di kota dzikir dan shalawat ini ada gagasan program. Bukan, karena karena jabatan.
“Sentimen program perlu kita galakkan, agar masyarakat tidak mendukung karena kedekatan salah satu calon, tapi karena ide program,” ucapnya.
Sementara ketua HMPB Bangkalan, Abdul Hakim menyampaikan, posisi kepala desa saat ini sudah menjadi rebutan oleh warga setempat. Karena, anggaran yang cukup besar digelontorkan ke desa, sehingga mereka tergiur mencalonkan diri jadi kepala desa.
“Sehingga kadang kala, dengan berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan posisi Kades,” katanya.
Namun demikian, Alan Hakim sapaan akrabnya Abdul Hakim berharap Pilkades di kota salak ini berjalan sesuai regulasi yang ada. Sehingga potensi konflik pada tahapan pemilihan orang nomor satu di desa tidak terjadi.
“Mudah-mudahan berjalan jujur dan adil Pilkades serentak di Bangkalan,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)