SUMENEP, koranmadura.com – Hasil panen raya di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun ini mengalami penurunan dibandingkan pamen tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan karena terserang hama.
“Hasil panen jagung tahun ini alami penurunan dibandingkan musim panen tahun sebelumnya,” kata Maha, salah seorang petani di Kecamatan Ganding.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep Juhari mendorong, pemerintah daerah untuk fokus memperhatikan ketahanan pangan masyarakat. “Apalagi saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Jadi, mitra kerja Komisi II harus turun pada masyarakat,” pintanya.
Menurutnya, pemerintah daerah harus bergegas untuk mencari trobosan baru. Semisal, pemerintah bisa membeli hasil panen masyarakat, sehingga bisa membantu perekonomian ditengah pandemi Covid-19. “Sehingga masyarakat bisa terbantu,” jelas dia.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Ardiansyah Ali Shocibi memprediksi, kebutuhan pangan saat ini masih tercukupi.
Saat ini, kata dia, harga komoditi di sejumlah pasar tradisional masih terbilang stabil. Hal itu sesuai hasil survei yang dilakukan Disperindag setiap pekan.
“Hasil survei yang dilakukan harga beras hingga kini masih stabil, tak ada perubahan harga, stok sendiri masih melimpah,” katanya. (JUNAIDI/ROS/VEM)