SUMEMEP, koranmadura.com – Monumen Bronco atau Monumen Halim Perdana Kusuma (Haperkus) di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur tak terawat.
Saat ini kondisi monumen yang diresmikan akhir tahun 2015 itu kotor, rumput liar terkesan dibiarkan tumbuh subur disekelilingnya. Tak heran jika dikaki pesawat militer TNI-AU OV-10 Bronco itu tampak seperti semak belukar.
Saat malam hari bisa dipastikan kondisi sekitar monumen gelap karena tidak ada lampu penerang. Pagar yang ada di sebelah barat sudah tidak ada, palang pintu tinggal tiang penyangga. Empat patung diberbagai sudut rusak dan belum diperbaiki. Cat peswat juga mulai kusam dan sebagian badan pesawat mulai berkarat.
M. Ramzi Anggota Komisi III DPRD Sumenep menyayangkan kondisi itu. Sebab, pembangunan monumen memakai anggaran negara. “Ini kan menjadi sia-sia, kenapa harus dibangun jika tidak mau dirawat,” kata Ramzi.
Politisi Hanura itu awalnya mengapresiasi adanya monumen tersebut. Karena menjadi ikon tersendiri bagi kabupaten berlambangkan kuda terbang ini. Selain itu pesawat militer TNI-AU OV-10 Bronco pernah menjadi pesawat tempur tempo dulu.
“Dengan begitu maka masyarakat bisa mengenang perjuangan para pejuang terdahulu. Tapi kalau seperti saat ini kan jadi tidak enak dipandang,” keluh dia.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Agustiono Sulasno belum merespon saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan singkat hingga berita ini ditulis.
Sekedar diketahui, pesawat Jenis OV-10 Bronco merupakan pesawat militer ringan berbaling-baling bermesin turboprop ganda sayap tinggi (high wing) buatan North American Rockwell sebagai pesawat serang ringan dan pesawat angkut ringan.
Pesawat bermesin turboprop ini dikembangkan pada tahun 1960-an sebagai pesawat khusus untuk pertempuran COIN (COunter-INsurgency) atau anti-gerilya. Pesawat itu didatangkan dari Malang dan ditempatka di sebelah utara Bandar Udara Trunojoyo Sumenep.
Walaupun memiliki sayap tetap, kemampuannya mirip dengan kemampuan helikopter serbu berat yang cepat, mampu terbang jarak jauh. Pesawat ini dulu merupakan pesawat andalan TNI AU, dan pernah dioperasikan TNI AU dalam oerasi Seroja Timtim tahun 1987-1989. (JUNAIDI/ROS/VEM)