BANGKALAN, koranmadura.com – Pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, masih belum merata di setiap desa. Padahal, pemerintah pusat sudah mendorong setiap daerah membentuk Puskesos di seluruh desa.
Tercatat yang sudah terbentuk Puskesos di Bangkalan hanya ada 2 dari 273 desa yang sudah dibentuk, yaitu Deiring, Kecamatan Socah dan Cukong kecamatan Labang.
Sedangkan untuk tahun 2021 ini Dinsos Bangkalan akan membentuk 9 fasilitator di tingkat kecamatan. Lalu 1 fasilitator akan memegang 2 kecamatan. Sedangkan 18 kecamatan akan membantuk Puskesos yang berada di desa.
Puskesos ini sebagai penyambung dari Dinas Sosial (Dinsos) setempat untuk menampung segala pengaduan terkait dengan kemiskinan dan sosial, seperti halnya Bansos dan Biakes Maskin.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinsos Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta menyampaikan, program pembentukan Puskesus itu dicanangkan sejak tahun 2018 lalu. Namun, terkait anggaran masih dari pemerintah pusat.
“Anggaran terkait Puskesus dari pemerintah pusat sejak tahun 2018 – 2020 kami tidak punya wewenang penuh,” katanya, Senin 01 Februari 2021.
Namun untuk tahun 2021 ini, program Puskesos mulai dari pembentukan hingga proses pelaksanaan kegiatan dilimpahkan secara penuh kepada pemerintah daerah setempat. Sehingga di Bangkalan menganggarkan program itu tersebesar Rp 1 miliar.
“Anggaran Rp 1 miliar itu total mulai pembentukan dan operasional, sumbernya dari APBD,” katanya.
Direncanakan tahun 2022 yang akan datang, seluruh desa di kota dzikir dan shalawat sudah membentuk Puskesos. Sehingga persoalan kemiskinan dan kesejahteraan di setiap desa lebih cepat tertangani.
“Mudah-mudahan dengan dibentuknya Puskesos tingkat desa ini bisa memberikan solusi kepada masyarakat,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)