SAMPANG, koranmadura.com – Tumpukan sampah yang mulai menggunung di pinggir sungai dan jembatan di akses jalan Provinsi yang berada di jalur Pantai Utara (Pantura), Desa Tamberu Timur, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tampaknya diabaikan. Padahal tumpukan sampah tersebut berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.
Beberapa waktu lalu, Kepala Desa Tamberu Timur, Sinol, mengakui jika di wilayahnya membutuhkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk penanganan sampah, khususnya di wilayah utara.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang, Faisol Ansori saat dikonfirmasi mengakui, jika keberadaan TPA di wilayah utara masih terbatas sebab saat ini keberadaan TPA hanya berada di daerah Kecamatan Ketapang.
“Untuk wilayah utara, sementara ini memang diangkut ke TPA Ketapang, ke depan di masing-masing kecamatan sebaiknya harus dibangun TPST untuk mengurangi sampah yang diangkut ke TPA,” katanya, Selasa, 2 Februari 2021.
Sehingga dengan keberadaan tumpukan sampah di Tamberu Timur, area perbatasan Sampang-Pamekasan, Faisol Ansori mengaku akan tetap ditangani, namun sifatnya dilakukan secara bertahap. Hal itu disebabkan keterbatasan personel dan armada.
“Kami punya armada dan tenaga terbatas, sampah tetap kami tangani secara kontinyu, kami angkut sedikit demi sedikit sambil melakukan pengangkutan di tempat lain,” janjinya. (MUHLIS/ROS/VEM)