BANGKALAN, koranmadura.com – Suntik vaksin Sinovac anti virus Corona alias coronavirus disease (Covid-19) kepada tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Madura, Jawa Timur, belum merata.
Berdasarkan data yang dihimpun koranmadura.com, tercatat ada 3.800 Nakes yang diajukan mendapatkan suntik vaksin sinovac. Namun, hingga saat ini masih tersisa 469 Nakes yang masih belum melakukan vaksinasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo menyampaikan, selain pengiriman vaksin dari pemerintah pusat yang bertahap, juga petugas suntik vaksin yang relatif kurang. Setiap instansi seperti Puskesmas ada tiga petugas suntik vaksin.
“Kami sediakan tiga petugas setiap fasilitas kesehatan, juga penerimaan vaksin yang bertahap sehingga belum merata,” katanya, Senin, 8 Februari 2021.
Secara total, sebanyak 4.320 vaksin yang diterima dengan dua tahap. Jumlah tersebut diperuntukkan Forkopimda dan fasilitas kesehatan, baik negeri ataupun swasta.
Direncanakan, kata mantan kepala Puskesmas Blega ini, Nakes yang masih belum mendapat suntikan vaksin Covid-19 akan diselesaikan dalam minggu ini. Sehingga setelah itu dapat melanjutkan vaksinasi tahap kedua.
“Yang sudah divaksin tahap pertama bisa melanjutkan vaksin dosis kedua. Mudah-mudahan lancar,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi RSUD Bangkalan menyampaikan, stok vaksinasi di wilayah kepemimpinannya dipastikan aman. Menurutnya, pendistribusian tersebut disesuaikan dengan permintaan.
“Tentunya sebelum didistribusikan melakukan pendataan sesuai kebutuhan setiap daerah, termasuk Bangkalan,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)