BANGKALAN, koranmadura.com – Setelah 9 tahun lembaga SMKN 1 Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur hidup susah menumpang gedung ke SMPN 1 dalam kegiatan belajar mengajar, akhirnya sekolah kejuruan itu akan dibangunkan ruang belajar oleh pemerintah provinsi.
Rencana gedung permanen milik SMKN 1 Tanjung Bumi itu akan dibangun di lahan kelebihan milik SMAN 1 Tanjung Bumi. Pembangunan yang lengkap mulai dari ruang belajar, guru dan praktek tersebut diperkirakan akan menguras anggaran Rp 2 miliar.
Kepala Seksi SMK, Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bangkalan, Nahtim M. Kasi menyampaikan, pembangunan ruang belajar SMKN 1 Tanjung Bumi di atas tanah milik SMAN 1 itu, sesuai kesepakatan bersama. Karena lahan itu tidak pergunakan lagi untuk menambah gedung baru.
“Pihak kepala sekolah SMAN 1, SMKN 1 dan pihak Cabdin Wilayah Bangkalan sudah duduk bersama. Jadi tidak perlu melakukan pembebasan lahan,” katanya, Selasa 23 Maret 2021.
Menurut Nahtim, sapaan akrabnya Nahtim M. Kasi, saat ini masih dalam proses lelang, mulai dari perencanaan dan bangunan fisik. Tender tersebut dilaksanakan secara terbuka secara nasional oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) setempat.
“Mungkin dalam waktu dekat proses tender selesai, karena pembangunan itu ditangani langsung pemerintah provinsi,” katanya.
Sejak awal tahun pembelajaran 2020/2021, siswa dan siswi SMKN 1 Tanjung Bumi berpindah dan menumpang ke SMAN 1 Tanjung Bumi. Namun jadwal kegiatan belajar mengajar dengan dua lembaga dan satu gedung itu diatur antara pagi dan siang.
“Pagi SMA setelah siswa pulang baru SMK masuk siang, karena masih pinjam,” katanya.
Sementara PLT Kepala SMKN 1 Tanjung Bumi, Herman Saleh mengucapkan banyak terimakasih kepada beberapa pihak, mulai dari SMAN 1 Tanjung Bumi, dan Cabdin wilayah Bangkalan, karena sudah membantu pihaknya untuk membangun gedung secara permanen.
“Karena sudah 9 tahun kami menumpang, jadi kami bersyukur sekali sudah ada bantuan dari pemerintah provinsi,” katanya.
Menurut dia, sekitar 1 hektare lahan milik SMAN 1 Tanjung Bumi yang dihibahkan kepada SMKN 1 setempat. Berdasarkan berita acara sesuai kesepakatan bersama, lahan tersebut tidak perlu dibeli lagi. Karena sama-sama aset milik pemerintah provinsi.
“SMAN 1 memiliki lahan 2,1 hektare, sudah terpakai sudah 1,1 haktare. Jadi 1 hektare digunakan pembangunan SMKN 1 Tanjung Bumi,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS/VEM)