BANGKALAN, koranmadura.com – DPRD Bangkalan, Madura, Jawa Timur sudah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 sebesar Rp 2,287 triliun. Hal itu, lebih rendah dari pada 2020 sebesar Rp 2,357 triliun. Defisit sekitar Rp 70 miliar.
Namun dari jumlah nominal yang sudah dijadikan patokan dalam program kerja ke depan, APBD tahun 2021 tersebut masih terkungkung kesejahteraan di intenal pemerintahan. Pasalnya, anggaran itu banyak digunakan untuk belanja pegawai, operasional dan rutinitas.
Hal itu di sampailan oleh Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Muh. Syarif, saat memberikan masukan pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023, Kamis 25 Maret 2021.
Menurut perhitungan Abah Syarif, sapaan Rektor UTM, setelah dikurangi belanja pegawai opersional dan rutinitas, anggaran sudah tersisa Rp 400 miliar untuk pembangunan kota dzikir dan shalawat. Mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Sehingga kesulitan untuk membangun Bangkalan lebih cepat lagi. Karena anggaran Rp 300-400 juta akan diserap oleh semua perangkat daerah,” katanya.
Pihaknya memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab), agar membuat terobosan baru untuk lebih cepat membangun kota salak ini. Jika tak mengurangi belanja pegawai, investor yang ingin masuk ke Bangkalan lebih dipermudah.
“Harus Gaet investor. Jika tidak, jangan bermimpi mau maju. Buat investasi aman dan nyaman,” katanya.
Sementara Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, fokus pembangunan untuk ke depan, lebih kepada pembangunan ekonomi dan sosial berbasis potensi lokal. Mengingat saat ini masih pandemi virus Corona yang masih belum usai.
“Kami akan menggunakan anggaran lebih efesien mungkin, karena anggaran semua kabupaten/kota pasti turun karena pandemi ini,” katanya.
Sementara untuk saran dan masukan dari berbagai elemen masyarakat akan dijadikan pertimbangan dalam mengambil langkah kebijakan. Sehingga, kata pria bersongkok hitam, Kabupaten Bangkalan ini dapat lebih maju dan sejahtera.
“Tentunya masukan yang solutif, kami akan tampung sarannya,” ucap dia. (MAHMUD/ROS/VEM)