BANGKALAN, koranmadura.com – Beberapa Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) di perkotaan Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur masih mandek. Padahal sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengumbar janji bulan Maret ini akan beroperasi semua.
Tercatat ada 6 TPS3R yang sudah selesai di bangun. Namun, dari jumlah itu masih dua lokasi yang digunakan, yaitu di Mlajah dan Kemayoran. Sedangkan sisanya, di Pangeranan, Martajasah, Pejagan dan Tunjung hingga saat ini belum berjalan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan, Yudistiro mengaku, pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Agar mereka bisa berlangganan membuang sampah di TPS3R yang sudah disediakan.
“Karena ada petugas yang mengambil sampah dari perumahan ke TPS3R, mereka harus dibayar,” katanya, Rabu 16 Maret 2021.
Menurut Yudistiro, setiap rumah yang berlangganan harus membayar uang kontribusi, diperkirakan Rp 10 sampai 15 ribu. Nominal sebesar itu akan masuk ke DLH sebesar Rp 2 ribu sebagai pendapatan daerah. Sisanya masuk kepada petugas yang mengambil sampah.
“Kita akan data dulu. Uang itu masuk ke pemerintah, biaya operasional dan gaji petugas sampah,” katanya.
Sampah yang diambil dari perumahan akan dipilah antara organik dan nonorganik oleh petugas. Sampah yang menimbulkan bau yang menyengat tentunya akan ditangani terlebih dahulu. Agar tidak mengganggu kepada masyarakat setempat.
“Akan disemprot menggunakan air yang bisa tidak menimbulkan bau sampah, sehingga bisa memiliki nilai ekonomis,” katanya.
Pihaknya berjanji dalam bulan Maret 2021 ini bisa menyelesaikan tahap sosialisasi dan penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Yudistiro merencanakan, bulan April yang akan datang semua TPS3R bisa beroperasi.
“Mudah-mudahan dapat menyelesaikan persoalan sampah diperkotaan,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)