SAMPANG, koranmadura.com – Sempat diprediksi harganya terus meroket, kini harga komoditas cabai rawit diprediksi akan menurun menjelang ramadan 2021 tiba pada pertengahan April 2021 mendatang.
Kasi Informasi Perdagangan, Dinas Koperasi perindustrian dan perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Sampang, Sukur menyatakan, harga komoditas cabai rawit yang dalam dua bulan terakhir melonjak naik, kini sudah diprediksi akan mengalamai penurunan. Prediksi tersebut setelah dua daerah penghasil cabai rawit di wilayah Jawa Timur (Jatim) sudah memasuki masa panen.
“Saat ramadan nanti, harga cabai rawit diprediksi akan turun, sebab daerah Situbondo dan Banyuwangi yang merupakan wilayah penghasil cabai rawit sudah memasuki masa panen. Informasi itu sesuai dengan pendapat para petani se-Jatim saat mengikuti rapat Koordinasi di Pemprov Jatim,” ujarnya, Rabu, 31 Marer 2021.
Menurut Sukur, harga komoditas harga cabai rawit yang terus melonjak tinggi disebabkan petani lokal saat menanam cabai rawit banyak gagal panen dan ditambah pula harga cabai rawit dari distributor juga tinggi. Bahkan kondisi harga cabai mahal, pihaknya sebelumnya memprediksikan akan bertahan hingga ramadan 2021.
“Harga cabai di pasar tradisional di Sampang masih bertahan di harga Rp 97.000-Rp 115.0000 per kilogram. Sedangkan pada pekan lalu malah lebih mahal, yaitu mencapai Rp 140.000 per kilogram,” paparnya. (MUHLIS/ROS/VEM)