PAMEKASAN, koranmadura.com – Politikus senior Partai Bulan Bintang (PBB) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Suli Faris, mengaku terkejut melihat susuan keanggotaan panitia pemilihan Wakil Bupati Pamekasan, yang mencapai 19 orang.
Menurutnya, jumlah anggota panitia yang diambil dari masing-masing Fraksi DPRD Pamekasan itu terlalu banyak, karena bukan Panitia Khusus (Pansus) yang bekerja untuk kasus yang tidak bisa ditangani komisi.
“Panita pemilihan Wakil Bupati itu hanya bersifat seremonial saja, tidak perlu merekrut anggota banyak, hemat saya ramping dan kaya fungsi,” kata Suli Faris, Rabu, 10 Maret 2021.
Jumlah anggota panitia yang dinilai jumbo tersebut hanya membebani anggaran di tengah kesulitan keuangan negara akibat pandemi Virus Corona (Covid-19).
“Panitia pemilihan Wabup apa urgensinya dengan anggota sebanyak itu, bebani anggaran saja,” ungkapnya.
Mantan anggota DPRD Pamekasan itu kemudian membandingkan dengan seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang hanya terdiri 9 orang.
“KPK saja hanya 9 orang dengan beban yang sangat berat, ini hanya panitia seleksi calon Wabup 19 anggota,” terangnya.
Untuk itu, Suli Faris menyarankan, anggota DPRD Pamekasan untuk merubah pola pikir lama ke paradigma baru yang lebih profesional.
Seperti diketahui, susunan kepanitiaan Wakil Bupati Pamekasan, terdiri dari 4 unsur pimpinan DPRD Pamekasan, 15 anggota legislatif plus anggota, dan 1 dari unsur sekretaris dewan. (RIDWAN/ROS/VEM)