BANGKALAN, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur berencana akan membangun wisata petik salak. Tujuannya, untuk melestarikan ikon kota salak yang hampir punah karena pohonya banyak ditebang.
Di kabupaten paling barat Pulau Madura ini ada dua desa yang banyak pohon salaknya. Yaitu di Bilaporah Kecamatan Socah dan Kramat, Kecamatan Kota. Dua sentra itulah yang akan dijadikan Desa Wisata Petik Salak.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan, Puguh Santoso menyampaikan, ada sembilan macam salak yang ada di kabupaten paling barat pulau Madura. Mulai dari Salak Kerbau, Sinyonya hingga Sinangka.
Tentunya dari macam-macam salak tersebut, Bangkalan memiliki jenis salak yang diminati banyak masyarakat, yaitu Salak Kramat. Nama Iitu sudah dijadikan hak paten oleh Kementerian Pertanian sejak 2005 lalu.
“Jenis salak di Bangkalan ada 7-9 jenis salak. Tapi yang diminati ada salak se’nase’ yang diubah jadi Salak Kramat. Itu sudah nasional,” katanya, Kamis 25 Maret 2021.
Pihaknya berharap kepada masyarakat Bangkalan, agar tidak menebang pohon-pohon salak yang masih produktif. Sehingga, ciri khas yang sudah dikenal sejak lama itu tidak hanya sebatas nama saja, tapi ada produk kreatif yang bisa dibanggakan.
“Jika wisatawan ke Bangkalan bisa menikmati ciri khas salak yang ada dan julukan kota salak tetap dikenal,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)