BANGKALAN, koranmadura.com – Prioritas pembangunan di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tahun 2022 yang akan datang fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan. Hal itu disampaikan Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron.
Menurutnya, fokus pembangunan di Kota Dzikir dan Shalawat tersebut juga sesuai arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Setelah dua sektor terpenuhi, kata dia baru mengarah pada bidang ekonomi dan infrastruktur.
“Jadi komposisinya yang perlu ditingkat yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi baru infrastruktur,” katanya, Senin 29 Maret 2021.
Dijelaskan Ra Latif, sapaan akrabnya R. Abdul Latif Amin Imron, proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 yang akan datang diperkirakan lebih tinggi dari pada tahun ini. Tentunya, lanjut dia besaran uang negara itu akan digunakan secara efesien dan ekonomis.
Bedasarkan data dihimpun koranmadura.com, pada tahun 2022 APBD Bangkalan di taksir mencapai Rp. 2,308 triliun. Sedangkan pada tahun 2021 ini Rp sebesar Rp 2,287 triliun. Hal itu, lebih rendah dari pada 2020 sebesar Rp 2,357 triliun.
“Karena saat ini masih pandemi Corona, maka kami harus menggunakan anggaran lebih efesien mungkin,” katanya.
Sementara Rektor UTM, Muh. Syarif menyampaikan, jika APBD Bangkalan ini masih banyak digunakan untuk belanja pegawai dan operasional rutinitas, maka pembangunan di kota salak tidak akan banyak tersentuh kepada masyarakat.
Oleh karena itu, agar prioritas pembangunan itu bisa terealisasi sesuai visi misi bupati, “Bangkalan Sejahtera” maka Pemkab Bangkalan harus menggandeng investor. Tentunya dengan garansi dan jaminan yang meyakinkan para pemilik modal.
“Jadi tidak mendatangkan investor jangan pernah bermimpi. Buat investasi aman dan nyaman,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)