SAMPANG, koranmadura.com – Menghadapi musim kemarau yang diprediksi pada Mei 2021 mendatang, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang, kini mulai membicarakan inovasi pengolahan air hujan.
Ketua FPRB Sampang, Moh Hasan Jailani menyampaikan, pilot project mini yang saat ini mulai dibahas yaitu pemanfaatan air tadah hujan untuk mempersiapkan menjelang musim kemarau di wilayah Sampang, namun dengan skala kecil. Menurutnya, selama ini pemanfaatan air hujan sangat minim yakni hanya menggunakan metode tradisional atau sebatas ditampung. Sedangkan kondisi air di pulau Mandangin merupakan karakteristik air payau, sehingga kebutuhan air bersih sangat dibutuhkan.
“Jadi FPRB Sampang ini, ingin mencoba menaikan grade yang awalnya hanya ditampung biasa, namun kini diolah dengan cara sederhana namun lebih bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, air hujan sejatinya akan menjaga stok kekurangan air bersih di saat musim kemarau yang sebentar lagi akan tiba,” katanya, Selasa, 16 Maret 2021.
Menurut Mamak sapaah akrab Moh Hasan Jailani menyatakan, anggota FPRB Provinsi nantinya akan memberikan ilmu pengolahan air hujan agar lebih bermanfaat untuk warga dan untuk dipelajari oleh jenjang FPRB Kabupaten bersama warga sampang agar bisa segera diterapkan sebelum memasuki musim kemarau. Sedangkan wilayah yang menjadi percontohan pengolahan air hujan nantinya akan dilalakukan di daerah kepulauan Mandangin.
“Di Mandangin ini dikenal seringkali kekurangan air bersih meski sebenarnya sudah ada alat penyuling air laut menjadi air tawar. Namun sampai sekarang alat itu belum bisa termanfaatkan dengan baik. Dan masyarakat di sana sudah terbiasa dari dulu menampung air hujan secara tradisional, makanya daerah pulau mandangin rencananya akan menjadi daerah percontohan,” ungkapnya.
Ketua Lembaga Kesehatan NU ini juga menyampaikan, di daerah kepulauan Mandangin selain direncanakan menjadi lokasi wisata, kepulauan mandangin juga dijadikan tempat panen air bersih menggunakan air hujan.
“Ya mudah-mudahan pilot project ini menjadi massif, sehingga ketika kemarau, pemerintah tidak hanya melakukan pengiriman air melainkan menjadi solusi ketika menghadapi kemarau,” harapnya.
Di sisi lain, mantan Ketua LPBI NU ini juga menyebutkan, FPRB Sampang nantinya juga merencanakan pengolahan sampah untuk dijadikan bahan bakar yang murah meriah. Sebab sejauh ini Sampah juga menjadi problematika dalam kebencanaan. MUHLIS/ROS/VEM