BANGKALAN, koranmadura.com – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengalami penurunan sejak dua tahun terkahir, alias kritis. Padahal, tolok ukur kesejahteraan masyarakat salah satunya dilihat dari laju perkembangan ekonomi.
Berdasarkan data yang dihimpun koranmadura.com, pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi non migas di Bangkalan sebesar 5,1 persen. Pada tahun 2019 berada pada angka 4,49 persen dan untuk 2020 mengalami penurunan, yaitu minus 2,73 persen.
Akibat dari penurunan yang sangat drastis pada tahun 2020 kemaren, tingkat kemiskinan di Kota Dzikir dan Shalawat juga naik. Diketahui pada tahun 2019 tercatat sebesar 18,9 persen dan 2020 berada pada angka 20,56 persen.
Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, penyebab menurunnya pertumbuban ekonomi di kabupaten paling barat Pulau Madura ini, karena adanya virus Corona. Sehingga aktivitas perekonomian kena imbas kebijakan pemerintah seperti berdiam diri di rumah.
“Tidak hanya di Bangkalan mayoritas kabupaten/kota juga ikut terdampak karena wabah Corona,” katanya, Kamis 25 Maret 2021.
Namun demikian, untuk menstabilkan laju perekonomian dan kemiskinan, pihaknya lebih memfokuskan program kerja tahun ini pada pemulihan ekonomi dan sosial. Tentunya, kata dia yang mengarah pada potensi lokal.
“Karena potensi lokal banyak di Bangkalan dan mudah terjangkau. Dengan cara ini mudah-mudahan bisa kembali normal,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)