SUMENEP, koranmadura.com – Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menuai kritik. Kali ini kritik dilontarkan oleh Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Irwan Hayat.
Pria yang juga sebagai Anggota Komisi II DPRD Sumenep itu menilai strategi kebijakan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperluas lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran tidak berjalan maksimal. Meski kata dia sejak beberapa tahun terdapat program Wirausaha Muda Sumenep (WMS) yang diklaim bisa mencetak wara usaha baru.
“Berarti ada yang salah dengan program yang diluncurkan Pemerintah kaitannya dalam mengurangi penangguran,” katanya, saat dikonfirmasi media.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) angka pengangguran di kabupaten berlambangkan kuda terbang uni cenderung meningkat setiap tahun, tahun 2020 angka pengangguran mencapai 18.952 dari total angkatan kerja 666. 441 orang. Angka tersebut alami kenaikan sebanyak 4 ribu lebih dari tahun 2019 sebesar 14.187. Sedangkan dari 2018 ke 2019 juga naik sekitar 3 ribu dimana saat itu hanya 11 ribu lebih.
Kondisi tersebut kata Irwan Hayat dinilai upaya pencanangan 5 ribu usaha baru melalui program WMS tidak berjalan maksimal, bahkan cenderung gagal. Faktanya angka pengangguran terus bertambah karena diduga ada kesalahan dalam pelaksanaanya.
Sejauh ini kata dia belum jelas berapa jumlah wirausaha muda yang berhasil dicetak melalui program Pemkab yang dilaksanakan selama lima tahun terakhir. Karena belum ada laporan secara resmi kepada wakil rakyat.
“Sampai saat ini belum ada laporan, berapa alumni-alumni dari program wirausaha muda yang sukses dan memiliki usaha sendiri. Setiap tahun 1 ribu wirausaha muda, disisi lain pengangguran masih tinggi,” tegasnya.
Awalnya dia mengapresiasi program tersebut, karena dianggap cukup bagus untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Hanya saja pelaksanaannya yang perlu dibenahi.
Kedepan, Pemkab perlu diredesain pelaksanaan wirausaha muda supaya tidak hanya sekedar memberikan pelatihan, melainkan juga didukung dengan anggaran untuk permodalannya. (JUNAIDI/ROS/VEM)