PAMEKASAN, koranmadura.com – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Madura, Jawa Timur, mendatangi Polres setempat, Senin, 22 Maret 2021.
Kedatangan mereka dalam rangka menindaklanjuti laporan mengenai kasus kekerasan kepada jurnalis beberapa bulan lalu.
Dugaan kasus kekerasan jurnalis itu terjadi pada Fathor Rusi, reporter Indosiar saat melakukan aksi demontrasi di lokasi wisata Bukit Bintang, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan.
Ketua AJP Pamekasan, Mifahul Arifin mengungkapkan, pihaknya mempertanyakan tindak lanjut mengenai laporan kepada Polres setempat. karena sejauh ini, menurutnya polisi belum menetapkan tersangka atau pelaku dugaa kekerasan tersebut.
“Kita menanyakan sejauh mana perkembangan hasil dari proses penyelidikan dari Polres dan kita juga melakukan support untuk segera mengungkap pelaku,” kata Ipin, panggilan akrab Miftahul Arifin.
Dari itu, pihaknya meminta Polres Pamekasan, khususnya Kasat Reskrim untuk segera mengungkap pelaku. Sebab jika dibiarkan, khawatir akan terjadi kekerasan lain di kemudian hari.
“Toh diakui atau tidak, rekan-rekan jurnalis merupakan mitra Polres, sering kali rekan-rekan wartawa mensupport kegiatan Polres. Jadi, saatnya dan seharusnya pihak kepolisian melakukan hal yang sama kepada kami, memberikan perlindungan kepada kami,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, pihaknya berjanji akan melakukan penangkapan kepada pelaku. Namun pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa melakukan penangkapan,” ungkapnya. (SUDUR/ROS/VEM)