SAMPANG, koranmadura.com – Jumlah tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ternyata belum ideal yaitu hanya sebanyak 81 orang untuk menangani 186 desa dan kelurahan di Kota Bahari.
Kabid Informasi Sumber Daya Pertanian dan Pangan, Disperta KP Kabupaten Sampang, Widji mengakui, jumlah PPL di wilayahnya masih kurang. Meski dengan kondisi seperti itu, pihaknya mengaku, tidak bisa berbuat banyak dikarenakan untuk penambahan petugas bukan kewenangan daerah melainkan pemerintah pusat.
Menurutnya, jumlah PPL sebelum ada penambahan yaitu sebanyak 21 orang berstatus PPPK dan kemudian dilakukan penambahan PPL menjadi 81 orang dari PNS.
“Sekarang total PPL ada 81 orang, tapi ada 2 orang yang meningal dunia. Sehingga PPL yang berstatus PPPK tersisa 19, sisanya PNS,” katanya, Senin, 22 Maret 2021.
Sedangkan menurutnya, dengan jumlah 186 desa dan kelurahan, pihaknya menyebutkan, secara idealnya dibutuhkan PPL sebanyak 186 orang. Sehingga masih dibutuhkan sebanyak 105 orang.
“Ya idealnya satu penyuluh menangani satu desa. Jadi kebutuhan penyuluh kita masih kurang banyak,” ungkapnya.
Oleh karenanya, Widji mengatakan, untuk menutupi kekurangan PPL, pihaknya bekerjasama dengan petani andalan yang jumlahnya lima petani di setiap Kecamatan dan dimasukan ke dalam penyuluh swadaya dan tanpa honor. Namun begitu pihaknya akan mengupayakan insentif di tahun depan.
“Sehingga dengan begitu bisa mengurangi beban kebutuhan PPL. Kami punya 70 penyuluh swadaya yang bisa membantu dalam menjalankan fungsi penyuluhan karena tugasnya hampir sama dengan PPL yang diangkat pemerintah. Seperti melakukan praktek pertanian di rumah petani atau balai penyuluh pertanian (BPL) atau bisa di lapangan,” bebernya. (MUHLIS/ROS/VEM)