SUMENEP, koranmadura.com – Unjuk rasa mahasiswa asal Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, ke kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkait program kelistrikan berakhir ricuh, Selasa, 16 Maret 2021.
Baca: Mahasiswa Kangayan Demo Kantor DPRD Sumenep
Pantauan di lokasi, mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Bahkan salah seorang mahasiswa terlihat terkapar tak berdaya.
Sebelum terlibat bentrok, mahasiswa dan polisi sempat saling dorong. Hal itu terjadi saat massa aksi mencoba masuk pintu masuk kantor DPRD karena merasa kecewa kepada wakil rakyat dan perwakilan dari PLN Sumenep yang meninggalkan lokasi sebelum mahasiswa mendapat kepastian.
Setelah sempat saling dorong dengan polisi, mahasiswa kembali berorasi, menyampaikan aspirasi dan meminta anggota DPRD dan perwakilan dari PLN kembali menemui mereka.
Kericuhan mulai terjadi saat mahasiswa mencoba masuk melalui papan nama yang ada di depan kantor DPRD sumenep, namun dihalau oleh aparat.
Dalam insiden tersebut, salah seorang mahasiswa terkapar. Mahasiswa berkaos warna merah itu tampak terkulai, tak berdaya.
Pasca insiden tersebut, mahasiswa membubarkan diri dari depan kantor DPRD Sumenep. Sementara mahasiswa yang sempat terkapar, tampak harus dipapah oleh temannya.
“Soal kericuhan tadi, itu di luar rencana aksi. Karena kami aksi ke sini hanya untuk menyampaikan aspirasi wakil rakyat,” ujar Korlap aksi, Rahman. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)