SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi meminta semua pengusaha yang beroperasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus bergabung di dalam paguyuban. Itu untuk memudahkan komunikasi kedepan.
“Jadi semuanya harus tergabung dalam paguyuban,” kata Fauzi.
Saat ini kata dia sudah ada paguyuban tambak yang telah berjalan. Anggotanya terdapat 12 pengusaha tambak yang saat ini sudah mendapat ijin dari pemerintah daerah.
Bahkan, paguyuban tambak telah memberikan zakat dan sedekah kepada Baznas Sumenep sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan kedepan.
“Saya mengapresiasi langkah Paguyuban tambak dan PT Garam dalam menyalurkan zakat dan sedekah melalui Baznas. Ini menandakan ada sinergi pemerintah dengan dunia usaha,” kata Achmad Fauzi.
Menurutnya, keberadaan pengusaha tidak hanya memikirkan keuntungan semata. Melainkan harus memiliki kepedulian sosial dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya, terlibat dalam memberikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Bantuan beaiswa, infak dan sedekah fakir miskin. Dan, itu bisa melalui Baznas.
“Sebab, pemerintah memiliki keterbatasan dana, maka harus bergotong dalam membangun Kabupaten Sumenep ini,” ungkapnya.
Jadi, terang dia, pengusaha yang masuk ke Sumenep harus memiliki komitmen memajukan daerah dalam empat hal itu. Jika tidak, maka izinkan bisa saja tidak dikeluarkan. “Selain bergabung dengan paguyuban, dia harus punya komitmen membangun daerah,” tuturnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)