SAMPANG, koranmadura.com – Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) diketahui terus-menerus bermutasi hingga berbagai varian. Baru-baru ini, Corona varian baru mulai terdeteksi memasuki wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Humas Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kabupaten Sampang, Yuliono menyatakan, corona varian baru yang terdeteksi masuk ke wilayah Sampang yaitu terindikasi masuk melalui Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sedangkan Corona varian baru yang terdeteksi yaitu disinyalir berasal dari Afrika Selatan.
“Di Jawa Timur, ada tiga PMI yang terindikasi membawa corona varian baru yaitu PMI dari Jember, Sampang dan Mojokerto. Dan saat ini kami masih proses tracing, traking serta kemudian nanti akan dites PCR dan seterusnya,” ujarnya, Selasa, 18 Mei 2021.
Yuliono melanjutkan, sejauh ini masih terdapat satu orang yang terindikasi membawa Corona varian baru asal Afrika Selatan tersebut.
“Hanya satu orang yang terindikasi membawa Corona Varian baru,” bebernya.
Ditanya keganasan corona varian baru yang terdeteksi masuk ke Sampang, Yuliono menyatakan lebih tinggi terlebih pada daya tularnya. Sebab pada umumnya, varian hasil mutasi biasanya lebih berusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya. Sehingga virus itu lebih tahan.
“Tapi dengan vaksin saat ini, itu masih bisa. Jadi diharapkan dengan antibody yang sudah terbentuk mampu menghadapi varian baru. Dengan catatan proses vaksinasinya dikelola dengan baik,” harapnya.
Namun begitu, pihaknya berharap masyarakat agar tidak terlalu gelisah dan cemas dengan adanya deteksi corona varian baru.
“Dengan 3M itu, memakai masker, menjauhi kerumunan dan menjaga jarak serta mencuci tangan, kalau dipatuhi, ya tetap aman. Karena konsep dasar penularan virus ini melalui droplet,” pungkasnya menjelaskan. (MUHLIS/ROS/VEM)