BANGKALAN, koranmadura.com – Sebanyak 117 desa Di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada Minggu, 2 Mei 2021. Salah satu diantaranya yaitu Desa Makam Agung, Kecamatan Arosbaya setempat.
Menariknya, desa yang memiliki wisata religi Makam Pangeran Pragalbo itu diikuti dua calon yang masih berhubungan famili. Cakades dengan urutan nomor 1 bernama Umar Faruk. Kebetulan calon itu merupakan kandidat dari petahana. Sedangkan calon nomor urut 2 atas nama Miftahus Surur.
“Dua Cakades itu masih memiliki hubungan kelurga sepupu,” kata ketua pemilihan kepala desa (P2KD), Mustofa saat dikonfirmasi awak media.
Sekitar pada pukul 07.00 Wib, dua calon tersebut naik ke atas panggung dengan ukuran lebar 4 dan panjang 6 meter. Tujuannya, tidak lain agar masyarakat mengetahui Cakades, yang salah satunya akan memimpin pemerintahan di Desa Makam Agung.
Kedua calon menggunakan pakaian berbeda untuk memperlihatkan penampilan yang bisa menarik perhatian masyarakat setempat. Cakades Umar Faruk menggunakan baju kemeja merah hati dan sarung kuning. Sedangkan Miftahus Surur, mengenakan jas dan celana hitam. Kesamaan dari dua calon yaitu sama-sama bersongkok hitam nasional.
“Dua calon duduk di kursi yang disediakan oleh panitia di atas panggung, cara seperti ini sudah biasa,” katanya.
Dalam memajukan desa ternyata tidak melihat hubungan keluarga. Hal itu terbukti Desa Maka Agung. Namun, keduanya memiliki sifat bijaksana. Walaupun bersaing dalam lingkungan sanak famili, keduanya masih menjunjung tinggi demokratis.
“Alhmdulillah kedua calon ini berjiwa pemimpin dan bijak. Dalam segala tahapan Pilkades berjalan sesuai aturan,” katanya.
Walaupun pungutan suara Pilkades ini bertepatan bulan ramadan, namun antusias masyarakat Desa Makam Agung untuk menggunakan hak suaranya sangat tinggi. Mereka secara bergantian masuk ke Tempat Pungutan Suara (TPS).
“Bahkan yang menyaksikan coblosan ini dari tetangga juga,” katanya.
Namun demikian, karena pungutan suara ini masih terkendala wabah virus Corona, maka dalam pelaksanaannya tetap menggunakan Protokol Kesehatan (Prokes) yang dianjurkan oleh pemerintah. Diharapkan, pesta demokrasi ini berjalan lancar dan kondusif.
“Siapa pun yang menang semoga sama-sama menerima, karena kedua calon ini selain punya hubungan keluarga, juga rumahnya cukup dekat,” kata dia. (MAHMUD/ROS/VEM)