Oleh: Miqdad Husein (*)
Kapan Indonesia melonggarkan protokol kesehatan seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Selandia Baru, Israel, Bhutan, Hungaria, Cina, Australia? Sebagaimana diberitakan berbagai media, delapan negara itu sudah melonggarkan pemakaian masker. Sebuah perkembangan baru, yang cukup menggembirakan namun tetap menghawatirkan.
Kekhawatiran tetap perlu dikedepankan belajar dari kasus penyebaran Covid di India. Negeri Sungai Gangga itu, akhir tahun 2020 disebut-sebut sukses mengatasi pandemi Covid. Namun, memasuki bulan Februari 2021 berubah total terutama setelah ada pelonggaran ditambah adanya festival keagamaan dan event politik.
Negara lain yang tergolong awalnya mengesankan Taiwan. Blogger video Nuseir Yassin, yang populer dengan Nas Daily, sempat memaparkan tentang Taiwan yang sangat sukses mengatasi pandemi. Tak perlu terlalu lama, Taiwan kini walau tak seperti India, menghadapi peningkatan kembali penyebaran Corona.
Negeri jiran Malaysia, Argentina, Australia dan Kanada kembali memberlakukan lockdown setelah sebelumnya disebut mampu mengatasi pengendalian penyebaran Covid. Malaysia yang berpenduduk sekitar 32 juta, sekitar sepersembilan penduduk Indonesia mengalami lonjakan menghawatirkan lebih dari 8000 perhari sehingga diberlakukan lockdown nasional 1-14 Juni.
Fluktuasi sangat cepat dan mengejutkan penyebaran Covid perlu dicermati secara teliti. Australia baru melonggarkan protokol kesehatan lalu kembali memberlakukan lockdown. Amerika Serikat yang melonggarkan protokol kesehatan melalui Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) masih merekomendasikan penggunaan masker dobel karena dianggap mampu menurunkan risiko penularan COVID-19 hingga 90 persen menghadapi varian baru yang belakangan mengganas.
Di sinilah penting dipertanyatakan kebijakan pelonggaran protokol kesehatan sementara kekhawatiran terhadap mutasi baru, yang disebut lebih ‘dasyat’ penyebarannya mulai membayangi berbagai negara. Beberapa negara yang mulai melonggarkan memang mensyaratkan beberapa hal bagi masyarakat yang ingin tidak pakai masker misalnya. Ada keharusan sudah divaksin dua kali, serta negara itu proses vaksinasi telah mencapai lebih 50 persen dari jumlah penduduk.
Yang paling penting lagi sebelumnya ada penerapan ketat protokol kesehatan sehingga penyebaran memperlihatkan grafik penurunan. Jadi, pelonggaran penerapan protokol kesehatan sebelumnya tetap disertai prasyarat sangat ketat.
Bagaimana di Indonesia? Vaksinasi memang telah gencar dilakukan sejak tanggal 13 Januari lalu. Saat ini, jumlah masyarakat yang sudah divaksinas Covid-19 dosis kedua mencapai 10.584.489 orang, pada Minggu (30/5/2021). Jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 16.304.700 orang. Jadi, masih jauh dari 50 persen sebagai syarat pelonggaran protokol kesehatan.
Dalam soal kedisplinan penerapan protokol kesehatan secara obyektif harus diakui masih belum maksimal. Belum ada tindakan super ketat dalam pemakaian masker misalnya. Kerumumanpun mudah ditemukan di tengah masyarakat. Rasanya, masih terlalu jauh berharap pelonggaran protokol kesehatan jika vaksinasi masih dalam kisaran 10 persen. Ditambah kurangnya kedisplinan penerapan protokol kesehatan disertai jumlah penduduk yang sembilan kali negeri jiran Malaysia, masyarakat Indonesia justru perlu meningkatkan kewaspadaan terutama menghadapi varian baru yang sudah mulai masuk ke Indonesia.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes mengungkap sudah ada 54 kasus varian baru Corona yang tergolong ‘variant of concern’ atau VoC di Indonesia. Variant of concern yang dimaksud adalah B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan B1617 dari India. Variant of concern adalah varian yang memiliki mutasi yang bisa mempengaruhi kemampuan penularan, kepekaan alat tes, tingkat keparahan gejala, hingga kemampuan virus menghindar dari sistem kekebalan tubuh. Sangat beralasan masyarakat diharapkan bahkan menggunakan masker dobel karena dianggap mampu menurunkan risiko penularan COVID-19 hingga 90 persen, terutama menghadapi varian baru dari mutasi.
Sebuah himbauan yang tidak mudah. Memakai satu masker saja susahnya minta ampun apalagi dobel atau rangkap.
Berharap segera kembali kehidupan normal, seluruh masyarakat masih perlu kerja lebih keras, tidak boleh kendor menerapkan protokol kesehatan bahkan perlu ditingkatkan mengantisipasi varian baru yang disebut lebih menyebar. Vaksinasi perlu diupayakan lebih intensif lagi agar segera mencapai 50 persen.
Informasi berbagai kejadian mengejutkan di berbagai negara, yang sebelumnya terkendali bahkan sempat zero, lalu tiba-tiba penyebaran Covid seperti banjir bandang datang, harus dijadikan pelajaran berharga seluruh masyarakat negeri ini. Jangan takut berlebihan tetapi jangan pernah kehilangan kewaspadaan jika tak ingin mengalami penyebaran gelombang kedua Covid-19. Waspadalah. (*)
*Kolumnis, tinggal di Jakarta.