SAMPANG, koranmadura.com – Pengungkapan peristiwa kasus pembunuhan Suliman, salah satu tokoh masyarakat asal Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus menggelinding hingga ke Kapolri.
Pasalnya Keluarga korban didampingi Penasehat Hukumnya berkirim surat resmi ke Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta hingga ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencari keadilan.
Penasehat Hukum (PH) keluarga korban, Sumardhan menyatakan, pihak keluarga korban saat ini menginginkan kasus pembunuhan Suliman diusut tuntas dan ditangani secara profesional serta transparan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) di Sampang. Sebab peristiwa yang terjadi di Dusun Manja Timur, Desa Paopale Laok, pada Kamis, 15 April 2021 lalu, diyakini sudah direncanakan sebelumnya oleh pelaku.
“Kemarin keluarga korban, mengirim suratnya ke Kapolri dan Kapolda,” ucap Sumardhan, Kamis, 6 Mei 2021.
Lanjut Sumardhan menyatakan, terdapat luka bacok di bagian punggung akibat senjata tajam jenis celurit. Pihak keluarga lantas menyebut korban dihabisi nyawanya bukan hanya dilakukan oleh satu orang, melainkan lebih dari tiga orang. Namun hingga saat ini, pengungkapan kasus tersebut hanya menyeret satu orang pelaku yakni Haryanto (31).
“Kami meminta Kapolri agar memerintahkan Kapolres Sampang untuk segera menangkap pelaku lain. Karena berdasarkan keterangan keluarga, pelaku pembunuhan Suliman tidak hanya satu orang,” harapnya.
Lebih jauh Sumardhan mengungkapkan, keputusan keluarga mengirim surat kepada Kapolri dan Kapolda Jatim dikarenakan pengungkapan kasus ini dinilai banyak kejanggalan, di antaranya tidak dilakukannya visum terhadap jazad kematian korban.
“Patut dicurigai kenapa tidak divisum, ada hal yang tidak benar, apalagi ini kasus pembunuhan,” tutupnya.
Sementara Putra alm Suliman, Hasan Mustofa mengaku sangat berharap pengungkapan kasus pembunuhan ayahnya ada titik terang. Bahkan keterlibatan semua pelaku agar terungkap dan semuanya segera ditangkap.
“Ini merupakan jalan satu-satunya untuk mencari keadilan agar kasusnya segera tuntas,” pungkasnya. MUHLIS/ROS/VEM