SAMPANG, koranmadura.com – Sistem keamanan pasar tradisional Srimangunan, Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali kebobolan maling. Tidak tanggung-tanggung, dalam sebulan terakhir ini sudah tiga kali peristiwa kios kebobolan maling. Hal itu membuat sejumlah pedagang resah dan merugi.
Seperti peristiwa nahas yang dialami Ika, salah satu pedagang pakaian di pasar Srimangunan yang terletak di blok A2 No 35. Kiosnya yang sudah dikunci rapat masih mengalami kemalingan.
“Iya benar mas, tadi pagi ada kios pedagang pakaian yang dibobol maling. Belum genap satu bulan ini sudah tiga kali kejadian,” ucap Kepala Pasar Srimangunan melalui sambungan teleponnya kepada koranmadura.com, Rabu, 26 Mei 2021.
Menurut Suroso sapaan akrabnya, peristiwa kios dibobol maling tersebut baru diketahui oleh pemiliknya setelah hendak mau buka di pagi harinya.
“Orangnya mau buka tokonya, ternyata tokonya yang sudah dikunci di gergaji. Itu kami herannya, padahal sudah ada Satpam. Masak tidak dengar,” akunya heran.
Ditanya soal pemasangan kamera pengintai CCTV, Suroso mengaku belum dilakukan pemasangan CCTV meski sebenarnya sudah direncanakan pada 2020 lalu. Pihaknya mengaku sudah mrngusulkan, namun dinas yang membawahinya yakni Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) setempat, melakukan penundaan dengan alasan belum ada anggaran.
“Sudah direncanakan, malah direncanakan 2020 lalu. Tapi dulu itu tidak jadi karena anggarannya tidak ada, sehingga ditunda. Nah sekarang kami belum tahu pasti pemasangannya. Yang tahu itu di kantor,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)