BANGKALAN, koranmadura.com – Jumlah penerima insentif guru ngaji dan Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, meningkat dari pada tahun sebelumnya. Tercatat pada tahun 2020 sebanyak 9.160 penerima dan tahun ini sebanyak 9.342 penerima.
Hal itu berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan. Diketahui, anggaran untuk insentif tersebut sedikitnya menghabiskan Rp 5,6 miliar. Sumbernya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat.
Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, meningkatnya penerima insentif guru ngaji dan Madin karena banyaknya pengajuan dari setiap kecamatan. Besarannya setiap guru mendapatkan Rp 200 ribu per bulan. Insentif tahap 1 ini diberikan selama 3 bulan.
“Ada peningkatan, sekitar ratusan. Insentif diberikan dari Januari sampai Maret,” kata dia, Rabu, 26 Mei 2021.
Dijelaskan oleh Ra Latif, sapaan akrab Abdul Latif Amin Imron, peserta penerima ini selalu dilakukan evaluasi. Agar mereka tidak mendapatkan bantuan dua kali dari program penunjang ekonomi di masa pandemi Corona.
“Jika namanya tercatat penerima bantuan Covid-19 dua kali akan terdeteksi. Atau meninggal dunia, maka akan digantikan guru yang lain,” papar dia.
Pihaknya mengaku, terkait keterlambatan penyaluran insentif. Semestinya, uang Rp 600 ribu selama tiga bulan itu sudah ada di tangan penerima sejak Maret kemarin. Namun, karena terkendala pendataan, sehingga insentif tahap 1 ini baru bisa diberikan pada bulan Mei 2021.
“Tahap 2 kami sedang persiapkan dari sekarang. Mudah-mudahan tidak telat,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)