PAMEKASAN, koranmadura com-Ribuan kepala keluarga (KK) penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur tidak bisa melakukan pencairan di triwulan kedua akibat banyaknya data yang tidak valid.
Tercatat dari 101. 000 lebih KK penerima BPNT di Pamekasan, dari jumlah tersebut ada 21 ribu lebih penerima dipastikan tidak dapat menerima bantuan. Hal ini diungkap oleh Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pamekasan, Suyitno.
Menurutnya, penyebab tidak bisa dicairkan bantuan tersebut karena data yang tidak valid dan ada data yang sama atau ganda serta nama dan NIK tidak sinkron sehingga hal itu dilakukan perbaikan.
“Banyak penerima datang ke sini mengeluhkan terkait dengan pencairan yang tidak keluar tersebut, ketika dicek banyak data yang tidak valid atau ganda,” jelas Suyitno, Kamis, 25 Mei 2021.
Data yang tidak valid tersebut diketahui setelah pemerintah pusat melakukan pembersihan data atau perbaikan. Setelah itu, menurutnya, pihaknya sudah melakukan perbaikan tersebut tinggal menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.
“Kita sudah melakukan perbaikan data, tinggal kita menunggu kebijakan dari pusat seperti apa,” tambahnya.
Ia menambahkan, kalau misalnya penerima yang bermasalah itu mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, maka informasinya akan turun langsung ke pos bukan langsung ke BNI.
“Informasinya bagi yang bermasalah (yang sudah diperbaiki) itu nantinya akan menerima di pos bukan pakai BNI atau digesek lagi, tapi ini masih lama (yang mau cair) ini, kami tidak menjamin juga yang bermasalah ini mendapatkan,” terangnya. (SUDUR/ROS/VEM)