BANGKALAN, koranmadura.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang PAUD, SD dan SMP sederajat di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Sebab sebaran virus Corona di kecamatan tersebut meningkat cukup pesat.
Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Agus Sugianto Zein menyampaikan, penundaan tersebut berdasarkan pertimbangan dari Tim Satgas setempat. Karena, pasca lebaran idul fitri terdapat 2 orang meninggal karena terpapar virus asal Wuhan, China.
“Dalam seminggu terdapat 2 orang meninggal karena Covid-19 di Arosbaya, serta penambahan kasus aktif paling tinggi di banding kecamatan lain,” kata dia, Senin 31 Mei 2021.
Secara akumulasi data sebaran Covid-19 Kecamatan Arosbaya, tercatat 59 orang yang terpapar virus Corona. Sedangkan satu orang suspek. Sehingga, status saat ini masuk dalam daftar risiko sedang atau oranye.
Diakui oleh Agus, sapaan Agus Sugianto Zein, tentunya para siswa dan wali murid kecewa terkait penundaan PTM tersebut. Namun, kebijakan itu harus diambil walaupun berat. Kegiatan sekolah dengan tatap muka bisa digelar kembali ketika sebaran virus Corona di Arosbaya landai.
“Kami akan pantau sebaran Covid-19 di Arosbaya. PTM di Arosbaya menunggu stabil kembali,” tutur dia.
Pria yang juga menjabat Kadiskominfo Bangkalan mengimbau kepada masyarakat, khusus di Arosbaya, agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang dianjurkan oleh pemerintah. Hal itu, untuk menekan angka penularan virus Corona.
“Kami minta jangan abaikan imbauan pemerintah, seperti makai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan,” tutupnya. (MAHMUD/ROS/VEM)