BANGKALAN, koranmadura.com – Ketersedian vaksin Sinovac di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur sudah mulai menipis. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memperkirakan, stok vaksin yang dari China itu hanya bisa mencukupi untuk satu minggu ke depan.
Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Bangkalan, tercatat sebanyak 80 ribu dosis vaksin yang sudah terpakai untuk masyarakat Kota Dzikir dan Shalawat. Sedangkan saat ini, masih tersisa sekitar 7.500 dosis yang tersedia.
Kepala Dinkes Kabupaten Bangkalan, Sudiyo menyampaikan, ketersediaan vaksin selalu dipantau oleh pihak distributor. Dalam hal ini yaitu Indofarma. Karena setiap ada pengeluaran dan pemasukan stok vaksin harus update melalui aplikasi yang sudah terhubung ke perusahaan farmasi itu.
“Pengiriman vaksin melalui Indofarma ke jaringan distributor. Sekarang tidak perlu mengajukan. Semoga segera dikirim,” kata dia, Kamis 20 Mei 2021.
Dijelaskan oleh Sudiyo, vaksinasi ini masih menyasar kepada lembaga-lembaga pelayan publik. Sementara untuk masyarakat umum di kabupaten paling barat Pulau Madura, masih belum ada rencana ke arah itu. Namun, bagi masyarakat yang lansia dipastikan dapat pelayanan khusus.
“Jika ada masyarakat yang sudah berumur 59 ke atas silahkan datang ke Dinkes untuk divaksinasi,” ucap dia.
Namun demikian, walaupun masyarakat yang sudah vaksinasi pihaknya mengimbau, agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) virus Corona. Karena vaksin tersebut tidak menjamin 100 persen kebal dari virus yang mudah menular itu. Kata dia, perlu menjaga pola hidup yang sehat.
“Jika kekebalan vaksin ini 90 persen, maka kami menjaga 10 persen yang terburuknya akan terpapar. Jadi kami harap taati aturan pemerintah,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS/VEM)