BANGKALAN, koranmadura.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mencatat sebanyak 568 Sekolah Dasar (SD) belum memenuhi standar minimum sarana dan prasarana sekolah. Hal tersebut, tentu akan mempengaruhi kualitas pendidikan.
Standar minimum yang mesti dipenuhi antara lain ruang kelas, ruang guru, ruang kesehatan, tempat ibadah, perpustakaan, jamban hingga ruang olahraga. Saat ini, sudah penuhi fasilitas tersebut masih 80 dari total 648 sekolah. Sementara sisanya, jauh dari harapan.
Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Bangkalan, Dewi Ega menyampaikan, lembaga SD yang belum penuhi sarana dan prasarana sekolah merata di setiap desa. Pihaknya mengaku butuh anggaran yang cukup besar untuk menuntaskan persoalan fasilitas sekolah.
“Jadi pembagunan sarana dan prasarana mayoritas bersumber dari Dana Alokasi Khusus. Kami tidak bisa pastikan kapan bisa tuntas,” kata dia, Kamis 10 Juni 2021.
Pada tahun 2021, ada 34 sekolah yang mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam penuhi sarana dan prasarana sekolah. Prosesnya, masih tahap lelang. Anggaran yang digelontorkan Rp 14 miliar, lebih besar dari pada tahun sebelumnya yang hanya Rp 8 miliar.
Walaupun tidak semua lembaga diakomodir tahun ini dalam tuntaskan persoalan fasilitas sekolah, kata Ega sapaan akrabnya Dewi Ega, bisa diajukan tahun selanjutnya. Oleh sebab itu, Pihaknya mendorong setiap sekolah memperbaharui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Untuk tahun 2022 fokus pembangunan rumah dinas dan pembangunan ruang kelas baru,” kata dia.
Selain dari DAK, juga ada yang bersumber sari dana inspirasi dewan. Tercatat 21 sekolah mendapatkan penambahan fasilitas sekolah. Terkait jenis bantuan, diserahkan pada pihak legislatif. Namun dipastikan, kata Ega satu lembaga tidak akan mendapatkan dua bantuan.
“Dari dana alokasi umum tidak ada, karena masih ada pandemi. Semoga bisa meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS/VEM)