SAMPANG, koranmadura.com – Salah satu pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia ketika menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Zyn Sampang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasien asal warga Bangkalan tersebut diketahui sudah lansia dan menjalani perawatan medis di RSUD Mohammad Zyn sejak Jumat, 4 Juni 2021 lalu dan di kabarkan meninggal pada Rabu malam kemarin, 9 Juni 2021 karena kondisinya memburuk akibat pneumonia.
Saat pemeriksaan medis pertama, pasien diketahui mengalami gejala covid 19 serta mengalami sesak nafas dan terdapat pneumonia. Pada 5 Juni 2021, pasien dinyatakan konfirm Covid-19 berdasarkan hasil lab dari uji tes swab PCR.
Humas Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kabupaten Sampang, Yuliono membenarkan adanya pasien konfirm covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD meninggal dunia. Namun begitu pihaknya menegaskan, pasien tersebut berasal dari Bangkalan.
“Bukan rujukan, almarhumah merupakan pasien dari faskes ke rumah sakit. Pasien datang sendiri beserta keluarganya. Dia datang ke sini (Sampang) menyambangi anaknya di wilayah perumahan Selong. Ketika sakit, kemudian di bawa ke RSUD,” katanya, Kamis, 10 Juni 2021.
Sementara Dirut RSUD Mohammad Zyn Sampang, Agus Akhmadi membenarkan adanya pasien konfirm covid yang menjani perawatan kemudian meninggal dunia.
“Iya benar mas, itu pasien yang kemarin,” katanya.
Selain itu, pihaknya mengaku masih melakukan perawatan terhadap pasien suspect maupun konfirm. Sedangkan pasien asal Bangkalan yang menjalani perawatan di RSUD berdasarkan kartu identitasnya ada tiga pasien dengan rincian dua pasien ber-KTP Bangkalan namun tinggal di Sampang dan satu pasien merupakan pasien rujukan.
“Untuk hari ini, pasien yang kami rawat ada 11 pasien. enam pasien konfirm dan lima pasien suspect. Untuk pasien suspect masih menunggu hasil swab PCR. Kami rawat di tempat berbeda antara pasien suspect dan konfirm,” paparnya.
Ditanya soal apakah pasien konfirm yang dirawat masuk ke dalam paparan corona varian baru, Akhmadi sapaan akrab Agus Achmadi belum mengetahui pasti. MUHLIS/ROS/VEM