BANGKALAN, koranmadura.com – Kasus virus Corona di Kabupaten Bangkalan melonjak cukup pesat. Dari data yang dihimpun tercatat 540 pasien masih dirawat. Hal itu, mendapatkan perhatian khusus dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo.
Pada hari Sabtu 12 Juni 2021, Panglima TNI dan Kapolri pantau langsung laju sebaran virus Corona dan proses vaksinasi massal di Kabupaten Bangkalan. Turut hadir juga kepala Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Dalam kunjungannya ke Pendopo Agung Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Hadi sapaan akrabnya Panglima TNI, memberikan petuah kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 setempat. Menurut dia, sosialisasi Protokol Kesehatan (Prokes) perlu ditingkatkan lagi.
Kerena lanjut Hadi, sebaran virus Corona di Bangkalan sangat luar biasa. Beberapa tim medis sudah banyak terpapar. Hal itu pasti menghambat pelayanan kesehatan. Parahnya lagi, pasien Covid-19 yang akut, kata dia, bisa meninggal tidak sampai 24 jam di rumah sakit.
“Ini sudah berat. Jadi ini perlu sosialisasi dari petugas TNI dan Polri. Karena kesadaran masyarakat masih di bawah 50 persen” kata dia.
Selain itu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro perlu digalakkan kembali di setiap desa. Karena menurut dia, fungsi program ini untuk melakukan tracing sejak dini, sehingga bisa lebih cepat dalam penanganan sebaran virus asal Wuhan, China.
PPKM juga disediakan tempat isolasi dan beberapa logistik yang bisa menangani secara mandiri. Tentunya, dalam pelaksanaannya akan dibantu oleh TNI dan Polri yang diterjunkan di setiap desa. Sehingga, perkembangan virus Corona bisa terpantau setiap saat.
“Melalui program PPKM bisa mengetahui BOR atau rasio kasus Covid-19 di desa-desa. Mudah-mudahan langkah ini bisa lebih cepat melandai,” katanya.
Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo menambahkan, kasus sebaran virus Corona ini segera diselesaikan di Kota Salak. Karena jika tidak, pasti akan menambah korban baru lagi. Langkah itu, perlu bahu membahu mulai dari TNI, Polri, pemerintah setempat hingga tokoh masyarakat.
“Perlu kerja keras kita semua untuk mengakhiri sebaran virus Corona di Bangkalan,” katanya.
Pihaknya berharap, dengan strategi pencegahan virus Corona tersebut bisa mengubah status zona di Kabupaten Bangkalan, yakni dari merah ke hijau. Sehingga, aktivitas masyarakat bisa berjalan normal dan berjalan seperti sedia kala.
“Tetap terapkan Prokes agar virus Corona bisa landai,” pungkas dia. (MAHMUD/ROS/VEM)