SAMPANG, koranmadura.com – Kecewa dan merasa belum puas dengan kinerja polisi mengenai penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur (pedofilia) saat beraudiensi beberapa hari lalu, kini pegiat Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim), Madura Development Watch (MDW) dan pihak keluarga korban turun jalan menggelar demonstrasi di depan Mapolres Sampang, Selasa, 15 Juni 2021.
Koodinator Lapangan (Korlap) aksi Isabela menyatakan, kasus kekerasan seksual di bawah umur yang menimpa korban yang masih berusia empat tahun merupakan perbuatan keji dan bahkan menambah kontribusi kasus kekerasan seksual di Kabupaten Sampang. Maka dari itu, pihaknya bersama keluarga korban mendesak Polres Sampang agar segera menangkap pelaku.
“Pelaku sudah dinyatakan DPO pada 28 Mei 2021 setelah kami laporkan pada pertengahan Februari 2021 lalu. Maka kami minta secepatnya pihak polisi meringkus pelaku Dul Hari. Karena pelaku sampai sekarang masih enak berkeliaran di luar. Kami minta keseriusan polisi dalam menangani kasus kekerasan seksual di bawah umur ini,” pintanya.
Anggota Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pegiat MDW Isabela ini mengatakan, aksi demonstrasi saat ini menuntut agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat mungkin. Bahkan peserta demokrasi menggelar teatrikal dengan memasang wajah pelaku.
“Kami menduga dan curiga ada diplomasi licik antara Polres dengan keluarga pelaku karena pelaku tak kunjung diringkus,” katanya curiga.
Sementara Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto, di hadapan para demostran mengaku akan semaksimal mungkin menangani kasus tersebut. Bahkan pihaknya berjanji akan segera mungkin meringkus pelaku kekerasan seksual tersebut. Akan tetapi pihaknya berharap pihaknya berharap pihak keluarga turut membantu memberikan petunjuk agar kasus tersebut segera diselesaikan.
“Mohon maaf atas nama pribadi dan institusi, kami sesegera dan akan semaksimal mungkin menangkap pelaku sesuai tuntutan,” janjinya. MUHLIS/ROS/VEM