BANGKALAN, koranmadura.com – Pasien Covid-19 tanpa gejala yang dikarantina di Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Kabuaten Bangkalan, mengeluh. Keluhan yang diungkapkan melaui video berdurasi 7 menit itu viral di grup WhatsApp dan Facebook.
Sedikitnya, ada 10 keluhan dan tuntutan yang diutarakan para pasien, di antaranya terkait air di toilet yang tidak mengalir dan sebagian AC mati.
“Pertama air tak mengalir di toilet. Kedua sebagian AC mati. Ketiga, tempat suci untuk salat berjamaah tidak ada,” keluh Pria bersarung dan berkopyah putih itu.
Selain itu, dalam video ini mereka juga mempertanyakan, Standar Operasional Prosedur (SOP) karantina bagi pasien OTG. Menurutnya, selama diisolasi belum ada petugas memberikan arahan. Bahkan, pelayanan nyaris tak ada sehingga membuat pasien tidak betah.
“Keempat, prosedur karantina seperti apa. Karena pelayanan kesehatan dan fasilitas tak jelas. Kelima, berapa lama hasil tes PCR dan antigen keluar. Keenam, berikan edukasi tahap kekarantinaan agar kami tahu,” katanya, melanjutkan.
Pria itu juga menuntut hak-hak mereka sebagai pasien yang sudah manaati anjuran pemerintah. Karena selama karantina, mereka tidak bisa bekerja dan keluarga di rumah harus ditinggalkan. Sementara biaya hidup sehari-hari sangat dibutuhkan.
“Ketujuh, kami minta hasil PCR, untuk tempat kerja. Kedelapan, kami minta santunan bagi keluarga. Kesembilan, siapkan pakaian layak dan kesehatan bagi pasien. Kesepuluh, kendaraan kami minta dikembalikan,” ucapnya.
Sementara Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan adanya keluhan pasien Covid-19 di BPWS seperti video yang viral. Namun sayang, pria nomor satu di Kota Salak itu belum bisa menanggapi keluhan itu.
“Iya, nanti mas, saya lagi rapat,” kata dia singkat, Minggu, 20 Juni 2021. (MAHMUD/ROS/VEM)