BANGKALAN, koranmadura.com – Tiga warga yang masih dalam satu keluarga dikabarkan meninggal dunia karena virus Corona di desa Dumajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Berita itu sempat mencuat di beberapa media sosial seperti aplikasi WhatsApp.
Namun, hal tersebut dibantah oleh salah satu tim relawan Covid-19, Hafil, pada saat melaksanakan kegiatan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, di tujuh dusun Desa Dumajah setempat, Senin 14 Juni 2021.
Hafil menceritakan kronologi sebelum ketiga warga desa Dumajah meninggal. Kata dia, diwaktu inisial M melaksanakan bepergian ke Surabaya, ia dicegat dan dilakukan tes swab antigen. Alhasil sempat dinyatakan positif. Lalu yang bersangkutan menjalani isolasi di Balai Diklat selama 4 hari.
Setelah itu, bapak M diperbolehkan pulang oleh petugas dari Balai Diklat. Namun, nasib tidak baik menimpanya, tidak sampai satu jam ada di rumah kediaman, istri dari M meninggal dunia. Sebelum itu, istrinya memiliki riwayat penyakit stroke.
Tak disangka juga, tidak lama dari itu sang suami, bapak M menyusul istri tercintanya. Hafil pastikan Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang sudah lansia itu meninggal bukan karena virus Corona.
“Jika bapak M diperbolehkan pulang dari isolasi berarti sudah sembuh. Istrinya meninggal karena stroke. Sedangkan M ikut meninggal karena syok, melihat istri meninggal,” jelas Hafil.
Anak perempuan yang ikut meninggal dunia di Modung, bersamaan dengan bapaknya, dan diduga karena terpapar Corona dibantah oleh Hafil. Yang bersangkutan memang memiliki riwayat penyakit lambung dan tidak melakukan kontak dengan ayah dan ibu yang lebih awal wafat.
“Anaknya ikut suami di rumah Modung. Dia meninggal di Modung, tapi minta dimakamkan di Dumajah,” ucap dia.
Hafil menegaskan jangan sampai mudah percaya kepada masyarakat yang mudah menuding orang meninggal karena Virus Corona. Sebab, untuk memastikan mereka positif virus asal Wuhan, China harus dilakukan tes Swab PCR.
“Jangan langsung percaya berita hoax dari orang yang tidak suka. Tapi warga Dumajah tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ucap dia. (MAHMUD/ROS/VEM)