SAMPANG, koranmadura.com – Lonjakan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, disebut-sebut kian hari semakin mengkhawatirkan. Bahkan kondisi Tenaga Kesehatan (Nakes) ikut mengkhawatirkan.
Sementara Ketua Penanggulangan Bencana Non alam dan Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang Yuliadi Setiawan, mengklaim bahwa saat ini pihaknya masih membutuhkan hingga ratusan tenaga kesehatan untuk penanganan virus Corona di Sampang. Sedangkan proses rekrutmen untuk tenaga kesehatan tidak semudah yang dibayangkan.
“Memang ada beberapa lulusan pendidikan kesehatan mulai dari D3 hingga S1, ketika kami dekati untuk dijadikan relawan dengan kami gaji sebagaimana mestinya, malah banyak yang mundur alias tidak mau,” ujarnya, Jumat, 9 Juli 2021.
Kondisi kekurangan nakes untuk sementara ini, Yuliadi menyatakan ada sekitar ratusan lebih nakes yang dibutuhkan untuk ditempatkan di beberapa tempat pelayanan kesehatan.
“Di RS Ketapang saja kurang sekitar 70 nakes, RSUD Mohammad Zyn sekitar 40 an nakes, kemudian di BLK untuk rumah sakit lapangan sekitar 20 an nakes. Jadi ayo bantu kami, karena kami masih butuh ratusan nakes,” bebernya.
Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Agus Mulyadi saat dikonfirmasi perihal kondisi ketersediaan nakes belum ada jawaban.
Namun sebelumnya, Dinkes dan KB Sampang, per Jumat pekan lalu, 2 Juli 2021 menyebutkan, ada sekitar 100 nakes terpapar positif Covid-19 dan beberapa nakes meninggal dunia.
Sedangkan berdasarkan peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Sampang, dalam sepekan terakhir ini hingga per Jumat, 9 Juli 2021 tercatat di laman resmi Pemkab Sampang yaitu mencapai 340 orang terkonfirmasi positif, dirawat 12 orang, isolasi 69 orang, pasien sembuh 246 orang dan kasus meninggal 13 orang. MUHLIS/ROS/VEM