SAMPANG, koranmadura.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar serentak pada tahun 2025 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, direncanakan dengan mekanisme e-voting.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan menyatakan, penerapan e-voting sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kerumunan saat pelaksaan Pilkades di Sampang yang akan digelar serentak pada 2025 mendatang. Sebab pihaknya juga belum bisa memastikan kapan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) akan berakhir.
“Kita semua belum tahu kapan akan berakhirnya pandemi Covid-19. Maka dari itu, dalam aturan juga diatur agar tidak ada kerumunan, sehingga sangat mungkin pelaksanaannya dilakukan e-voting karena tidak menimbulkan kesalahan-kesalahan seperti surat suara yang meragukan. Karena pada e-voting ya tinggal pencet. Dan pasti akan mengurangi tingkat kecurangan,” katanya, Selasa, 6 Juli 2021.
Baca: Pilkades di Sampang Akan Digelar Serentak pada 2025
Lanjut Sekda Sampang menyampaikan, penerapan pemilihan e-voting didasarkan dari berbagai pertimbangan dari berbagai situasi yang ada.
“Kalau pandemi masih berlangsung, dan dikhawatirkan ketika menerapkan Surat Edaran (SE) Mendagri soal per dusun, tapi masih terjadi kerumunan terlebih telah memakan biaya besar, maka e-voting akan kami pertimbangkan. Dan mulai tahun ini, kami sudah perhitungkan,” jelasnya.
Pihaknya menegaskan, bukan berarti tidak boleh menyelenggarakan pemilihan saat pandemi, namun dalam aturan yang tertuang dalam SE mendagri yaitu harus benar-benar menerapkan prokes dengan ketat yaitu kuota pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) per dusun yaitu sebanyak 500 pemilih.
“Sehingga apabila per dusun ada 700 pemilih, maka ada nanti dua TPS. Konsekuensi itu sangat banyak terlebih anggaran yang membengkak, keamanan, peralatan dan sebagainya,” tegasnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat sampang untuk ikut memahami situasi yang ada saat ini.
“Kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap pilkades ini, tolong pahami. Apa yang melatarbelakangi pak Bupati memutuskan untuk pilkades digelar serentak pada 2025 mendatang. Bagi yang merasa belum puas dan ingin beraudiensi, kami terbuka dan kapanpun siap dan kami akan jawab segala pertanyaan yang mau ditanyakan,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)