PAMEKASAN, koranmadura.com – Pamerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meminta pabrikan yang akan melakukan pembelian tembakau untuk mengirim surat pemberitahuan terlebih dahulu kepada dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten setempat.
Kepala Bidang Pembinaan dan Perlindungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan (Disperindag), Agus Wijaya mengatakan surat tersebut dilakukan untuk memastikan tanggal pembelian pabrikan yang akan dibuka, sehingga pihaknya bisa melakukan pengangawasan dan pemantauan di setiap pabrikan.
“Hasil rapat tempo hari di Surabaya, pabrikan ada yang bilang akan buka akhir Bulan Agustus dan ada yang bilang akhir Bulan September,” kata Agus Wijaya, Jumat, 23 Juli 2021.
Menurutnya, sampai saat ini pabrikan belum ada yang mengirim surat pemberitahuan pembelian. Namun untuk jumlah serapan pembelian di setiap pabrikan sudah memberi tahukan, kecuali PT. Bantoel yang tidak membeli karena stok masih banyak.
“Di Pamekasan ada sembilan pabrikan, satu tidak melakukan pembelian dan 8 sudah memberikan pemberi tahuan jumlah pembelian,” tambahnya.
Diketahui, bersadarkan data rencana pembelian pabrikan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan, PT Gudang Garam 3.500- 7000 ton, PT Shadana Arifnusa 200 ton, PT Aliance One Indonesia 600 ton. Kemudian PR Sukun 700 ton, PT Nojorono 700 ton, PT Wismilak 250 ton.
Sementara itu, PT Djarum 6.500 ton dan PR Grendel 1. 500 ton. Jadi total rencana pembelian tembakau berkisar 13. 950 – 17. 450 ton. (SUDUR/ROS/VEM)