BANGKALAN, koranmadura.com – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur pada pertengahan tahun, yakni dari Januari -Juni 2021 merosot tajam. Hingga saat ini, masih mencapai 33,6 persen dari target yang ditetapkan.
Hal itu berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bangkalan. Diketahui, target PAD pada tahun 2021 tercatat Rp 262.470.736.775, sedangkan capaiannya sekitar Rp 86.766.765.808 atau 33,6 persen.
Kabid Pengendalian dan Pengembangan Bapenda Kabupaten Bangkalan, Sri Yenny Repeliyanti menyampaikan, penyebab anjloknya PAD karena perekonomian di Kota Dzikir dan Shalawat belum stabil. Mengingat, kata dia sebaran virus Corona sangat meningkat.
“Saya lihat PAD saat ini merosot tajam, karena wabah Corona yang belum usai,” ucap dia, Kamis 1 Juli 2021.
Yenny, sapaan akrabnya Sri Yenny Repeliyanti menjelaskan, ada 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Salak masuk daftar penyumbang PAD. Namun, dari total tersebut sekitar 8 lembaga daerah yang capaiannya di bawah 10 persen.
“Seperti Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas Koperasi, Dinas Perumahan Rakyat, Dinas Penataan Ruang, Dinas Perizinan, Dinas Pariwisata,” papar dia.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait minimnya capain PAD di Bangkalan. Jika tidak memungkinkan memenuhi target di akhir tahun, maka diperlukan lagi ada penghitungan potensi di setiap OPD.
“Kita nanti akan ada penyesuaian anggaran, jika potensinya tidak memungkinkan kita akan hitung lagi,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)