BANGKALAN, koranmadura.com – Dana kelurahan di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur dialihkan ke pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Sehingga, untuk tahun 2021 ini kegiatan yang bersifat fisik tidak ada.
Dari data yang dihimpun koranmadura.com, setiap kelurahan mendaptkan dana sebesar Rp 281 juta. Di Bangkalan sendiri ada 7 kelurahan. Total uang yang digeser ke PPKM mikro Rp 1,9 miliar. Sumbernya dari sharing Dana Alokasi Umum Tambahan (DAUT).
Sekretaris Camat Kota Bangkalan, Candra Firmansyah menyampaikan, pengalihan anggaran dana kelurahan, dari fisik ke PPKM mikro, karena penyebaran virus Corona di perkotaan Kota Salak cukup meningkat dibandingkan yang lain.
“Jadi tidak ada kegiatan yang bersifat fisik, karena ini sudah perintah pimpinan,” kata dia, Jumat 2 Juli 2021.
Tujuh kelurahan itu meliputi di kecamatan Kota, yaitu Kelurahan Bancaran, Demangan, Kemayoran, Kraton, Mlajah, Pangeranan dan Pejagan. Sedang satu kelurahan lain ada di kecamatan Burneh, yaitu kelurahan Tunjung.
Untuk apa saja dana kelurahan dalam pelaksanaan PPKM mikro? Candra, sapaan akrabnya Candra Firmansyah menyampaikan, setiap rukun tetangga (RT) harus membuat posko. Di situ harus tersedia, masker, handsanitizer, cek suhu dan penyemprotan disinfektan.
“Di setiap posko juga ada operasi yustisi. Kalau tempat isolasi mandiri disediakan di kelurahan, bukan di RT,” jelas dia.
Pihaknya berharap, dengan penerapan PPKM mikro di setiap kelurahan dapat menekan angka penyebaran virus Corona. Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat, agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang dianjurkan pemerintah.
“Jaga imun kita, agar tubuh tetap sehat. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan kurangi mobilitas,” pungkas dia. (MAHMUD/ROS/VEM)